SUMENEP, Detikpost.id – Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, SH, mengajak insan pers mengubah paradigma jurnalistik yang selama ini kerap dipandang sebagai momok, ditakuti, bahkan dianggap hanya hadir untuk mencari kesalahan. Hal itu disampaikan melalui keterangan tertulisnya sebagai bentuk keprihatinannya terhadap perkembangan profesi mulia jurnalis di tengah masyarakat. Selasa (30/06/2026)
Ia menekankan jurnalisme harus berkembang menjadi Jurnalisme Ihdinas Siratal Mustaqim, yakni jurnalisme yang menghadirkan manfaat, kepedulian, dan solusi bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan agar media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Sosok Ketua DPRD Sumenep dari PDI-Perjuangan, Zainal Arifin menilai bahwa mengubah cara pandang masyarakat terhadap profesi jurnalis bukanlah perkara mudah. Diperlukan perjuangan panjang, kesabaran, keikhlasan, konsistensi, serta keberanian untuk membuktikan melalui tindakan nyata bahwa jurnalis hadir membawa manfaat.
“Selama ini jurnalis sering dipandang sebagai pihak yang hanya datang mencari kesalahan. Paradigma itu harus diubah melalui karya dan tindakan nyata yang menunjukkan bahwa pers hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, jurnalisme tidak boleh berhenti sebagai penyampai kabar semata. Lebih dari itu, media harus mampu menjadi pembawa harapan dengan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan, menumbuhkan kepedulian sosial, menguatkan masyarakat yang lemah, serta menjadi jalan menuju kemaslahatan bersama.
“Jurnalisme tidak cukup hanya mengungkap persoalan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi, menebarkan kepedulian, dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih baik,” kata Zainal Arifin.
Ketua DPRD Sumenep itu juga menilai, karya jurnalistik yang berkualitas adalah karya yang tidak hanya dibaca oleh masyarakat, tetapi mampu memberikan dampak positif dan menjadi inspirasi dalam kehidupan sosial.
“Sebaik-baik karya jurnalistik adalah yang tidak hanya dibaca, tetapi juga menghadirkan manfaat dan menjadi ladang amal bagi sesama,” tegasnya.
Ia berharap insan pers di Kabupaten Sumenep terus menjaga profesionalisme, integritas, dan idealisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan demikian, media dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












