DPRD Sumenep Terus Kawal Perjuangan Listrik Negara di Masalembu, Ahmad Juhairi Dorong Percepatan Realisasi

Foto: Anggota DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi (Baju batik)

SUMENEP, Detikpost.id – Perjuangan menghadirkan listrik negara di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus berlanjut hingga 2026. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Ahmad Juhairi, menegaskan komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat kepulauan agar segera mendapatkan akses listrik yang layak sebagai kebutuhan dasar.

Pulau Masalembu yang berada di wilayah kepulauan Sumenep memiliki posisi strategis di jalur pelayaran nasional serta potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun hingga kini, wilayah tersebut masih belum sepenuhnya teraliri listrik negara, sehingga memengaruhi percepatan pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

Menurut Ahmad Juhairi, keterbatasan listrik berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga menjadi terbatas, produktivitas nelayan tidak maksimal, serta layanan pendidikan dan kesehatan belum berjalan optimal akibat minimnya pasokan energi listrik.

Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya memperjuangkan listrik negara di Masalembu telah dilakukan sejak 2019. Berbagai langkah ditempuh, mulai dari audiensi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, menjalin komunikasi dengan PT PLN (Persero), hingga membawa aspirasi masyarakat ke Kementerian ESDM Republik Indonesia.

Baca Juga:  Rapat Paripurna Hasil Reses II Tahun Sidang 2026 DPRD Sumenep, Dorong Pembangunan Daerah Sumenep

Sejak 2019 kami sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari koordinasi dengan ESDM, PLN, hingga pemerintah pusat agar program ini segera terealisasi,” jelasnya.

Perjuangan tersebut sempat menunjukkan kemajuan pada awal 2020, ketika lebih dari 1.300 tiang listrik berhasil dikirim dan dipasang di Pulau Masalembu sebagai tahap awal pembangunan jaringan.

Namun hingga saat ini, proyek tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Ahmad Juhairi mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya lahan untuk pembangunan pusat pembangkit listrik.

Kendala utama saat ini adalah ketersediaan lahan untuk pembangkit listrik, sehingga kami juga menggandeng pihak swasta untuk mencari solusi,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya menggandeng sektor swasta, termasuk PT Elnusa Tbk, guna membantu penyediaan lahan. Langkah ini mendapat respons positif dengan dibukanya komunikasi lanjutan bersama PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Kami akan terus mengawal perjuangan ini sampai listrik negara benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat Masalembu,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran listrik diyakini akan membawa dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Jika listrik sudah masuk, dampaknya akan sangat besar bagi ekonomi masyarakat, pendidikan, hingga layanan kesehatan di Masalembu,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *