Aceh Utara ( DetikPost.id ) – Perselisihan mencuat antara Kepala Bagian Loundri RSUD Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, Paisal, dengan wartawan Rimung Buloh, Rabu malam (23/6/2026). Peristiwa bermula dari keluhan tidak tersedianya seprai bagi pasien yang sudah berlangsung selama tiga malam, hingga memuncak dengan ucapan yang dinilai merendahkan dan tidak pantas.

Wartawan Rimung Buloh menyampaikan bahwa dua malam sebelumnya ia sudah menegur petugas di ruang perawatan terkait kondisi tersebut. “Sudah tiga malam pasien tidak mendapatkan seprai yang layak, maka saya tegur agar segera diperbaiki demi kenyamanan dan kebersihan pasien,” ujarnya.

Menurut Rimung Buloh, ucapan-ucapan tersebut dilontarkan Paisal melalui kolom komentar pada akun TikTok miliknya. Komentar itu dikirim dari akun bernama Panser Panser yang diklaim dimiliki oleh Paisal.
Lewat akun itu ia menulis sebutan ‘wartawan anjeng buloh’ dan kata-kata lain yang tidak pantas. Bahkan sempat berkata, ‘Kalau kau Rimung Buloh, berarti aku Singa’,” ungkap Rimung Buloh.
Ia menegaskan hanya menyampaikan fakta di lapangan dan bukan mencari masalah, sehingga merasa sangat dilecehkan dengan ucapan yang disampaikan secara terbuka di media sosial tersebut.
Menyikapi hal ini, Rimung Buloh meminta perhatian BPJS Kesehatan dan Direktur RSUD Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, untuk segera mengambil tindakan. Ia mendesak agar masalah ketiadaan seprai segera diselesaikan, sekaligus menindaklanjuti sikap dan ucapan Kepala Loundri yang dinilai tidak mencerminkan pelayanan publik.
Jika tidak ada tanggapan dan tindakan nyata, saya tetap akan menyuarakan masalah ini sampai kapan pun demi kepentingan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Loundri dan manajemen RSUD Cut Meutia belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa tersebut.

