SUMENEP, Detikpost.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pengembangan koperasi yang sehat dan percepatan digitalisasi transaksi keuangan. Dua langkah strategis tersebut ditegaskan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 dan program pembayaran digital menggunakan QRIS pada 16–17 Juli 2026.
Dalam acara Syukuran Hari Koperasi Nasional ke-79 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (16/7/2026), Bupati Fauzi menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan yang berlandaskan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan.
“Koperasi memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, sehingga keberadaannya harus sehat, berkembang, dan profesional, supaya mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya maupun masyarakat luas,” ujar Fauzi.
Ia menambahkan, koperasi yang kuat dan mandiri akan menjadi salah satu pilar dalam menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep.
Sehari setelahnya, Jumat (17/7/2026), Pemkab Sumenep bersama Bank Jatim Cabang Sumenep meluncurkan inovasi transaksi digital melalui program belanja kuliner cukup membayar Rp1 menggunakan QRIS pada kegiatan Jumat Sehat dan Jumat Bersih di halaman Kantor Pemkab Sumenep.
Program tersebut diikuti Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Wakil Bupati KH Imam Hasyim, jajaran Bank Jatim, para kepala OPD, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Melalui aplikasi JConnect Bank Jatim, para ASN melakukan pembayaran digital menggunakan QRIS untuk membeli aneka makanan dan minuman dari pelaku UMKM. Selain memberikan pengalaman transaksi yang mudah, program ini juga bertujuan membiasakan penggunaan sistem pembayaran non-tunai di lingkungan pemerintahan.
Bupati Fauzi menilai ASN harus menjadi teladan dalam mendukung transformasi digital agar masyarakat semakin percaya dan terbiasa menggunakan transaksi elektronik.
“ASN harus menjadi pelopor penggunaan QRIS. Semakin terbiasa menggunakan transaksi digital, semakin cepat pula masyarakat ikut beradaptasi dengan sistem pembayaran yang aman, praktis, dan efisien,” katanya.
Menurutnya, penguatan digitalisasi harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Semakin luas penggunaan QRIS, semakin besar peluang UMKM meningkatkan omzet dan memperluas pasar.
“Kami ingin digitalisasi berjalan seiring dengan penguatan UMKM. Ketika masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara digital, maka peluang usaha pelaku UMKM juga akan semakin besar,” tambahnya.
Usai membuka kegiatan, Bupati bersama Wakil Bupati dan pimpinan Bank Jatim meninjau stan kuliner serta berdialog dengan para pelaku UMKM untuk memastikan seluruh proses pembayaran digital berjalan lancar.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Jatim, Pemkab Sumenep berharap penggunaan QRIS semakin meluas, tidak hanya di kalangan ASN tetapi juga di tengah masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan digital, memperkuat daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih modern dan berkelanjutan.














