Aceh Timur ( DETIK POST.ID ) — Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penyaluran bantuan banjir kian menguat. Warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Timur kini bersiap turun ke jalan, menuntut kejelasan atas bantuan yang hingga kini belum juga terealisasi.
Seruan aksi tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat, Amir Hamzah alias Aneuk Syuhada, melalui pesan yang beredar luas di tengah masyarakat. Dalam ajakannya, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para korban banjir, untuk hadir dan menyuarakan aspirasi secara damai dan tertib. Selasa 31/3/2026
Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Kapolres Aceh Tengah Ajak Siswa Gemar Baca Alquran dan Hindari Bullying
Menurut Amir Hamzah, ketidakjelasan bantuan selama berbulan-bulan telah memicu keresahan yang semakin meluas. Bahkan, kondisi ini turut memicu ketegangan di tingkat desa, di mana aparatur gampong kerap menjadi sasaran protes warga.
Banyak masyarakat kecewa. Bantuan tidak jelas arahnya, kapan cair pun tidak ada kepastian. Akibatnya, kepala desa yang jadi sasaran kemarahan warga. Ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegasnya.
Ia menilai, persoalan ini bukan sekadar keterlambatan administratif, tetapi sudah menyentuh aspek kepercayaan publik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, ia mendesak agar pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka dan transparan kepada masyarakat.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Aceh Tengah Amankan Pelaku Penyalahgunaan Sabu di Kemili
Aksi unjuk rasa direncanakan akan digelar pada 2 April 2026, dengan titik kumpul di Masjid Agung Darus Sholihin, Aceh Timur, sebelum massa bergerak menuju Pendopo Bupati Aceh Timur. Agenda utama aksi ini adalah menuntut kejelasan data korban, transparansi penyaluran bantuan, serta kepastian waktu pencairan dana yang telah lama dinantikan.
Masyarakat berharap, melalui aksi ini pemerintah daerah dapat segera merespons secara serius dan memberikan solusi konkret, agar bantuan dapat disalurkan secara adil, tepat sasaran, dan tidak lagi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut.













