SUMENEP, Detikpost.id – Peringatan hari lahir (Harlah) ke-66 PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia) dimaknai tidak sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan Harlah ke-66 PMII yang digelar baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, seorang perwakilan orang nomer satu di Kabupaten Sumenep, menyampaikan bahwa peringatan ini harus dijadikan titik evaluasi sekaligus energi baru untuk terus bergerak dan mengabdi kepada masyarakat.
Baca Juga: Jum’at Berkah Detikzone Sasar Pekerja Jalanan di Sumenep
“Harlah PMII ke-66 ini harus menjadi titik refleksi sekaligus energi baru untuk terus bergerak, mengabdi, dan menjaga nilai-nilai keislaman serta keindonesiaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dituntut mampu menjawab berbagai tantangan zaman, baik dalam aspek sosial, keagamaan, maupun kebangsaan.
Menurutnya, momentum Harlah seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen serta membuktikan peran nyata mahasiswa di tengah masyarakat.
“Ini adalah momentum untuk bangkit dan membuktikan bahwa mahasiswa adalah garda perubahan yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Melalui penguatan peran strategis mahasiswa dalam momentum Harlah ke-66 PMII oleh Pemkab Sumenep, menjadi bukti nyata hadir pemerintah di tengah keberadaan organisasi mahasiswa. Partisipatif organisasi yang berkelanjutan ini diharapkan menjadi bagian aset bangsa yang produktif dan konstruktif dalam mendukung pembangunan daerah di segala sektor.















