SUMENEP, Detikpost.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melepas peserta Jalan-Jalan Sehat (JJS) DPRD Sumenep, Minggu pagi (18/10/2026). Momentum ini membawa pesan kebersamaan dan saling menguatkan di dalam perbedaan politik.
Dalam sambutannya, Cak Fauzi menegaskan bahwa perbedaan politik tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun daerah. Kebersamaan harus tetap dijaga.
“Pagi ini kita tunjukkan, politik itu bukan soal perbedaan, politik itu soal kebersamaan. Kita jalan bareng, sehat bareng, untuk Sumenep bareng-bareng,” kata Fauzi.
Menurutnya, kegiatan olahraga bersama dapat menjadi ruang mempererat hubungan pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Sinergi diperlukan untuk mendukung pelayanan publik.
“DPRD dan Pemkab harus satu langkah, satu keringat, satu tujuan. Kalau kita sehat, kerja kita untuk rakyat jadi lebih kuat,” ujarnya.
Cak Fauzi juga mengingatkan bahwa perbedaan partai maupun pilihan politik merupakan hal yang wajar. Namun, kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas bersama.
“Jangan biarkan perbedaan membuat kita berjarak. Beda partai biasa, beda pilihan biasa, tapi untuk Sumenep, kita tidak boleh berpecah,” tegasnya.
Ia menyebut JJS sebagai salah satu cara membangun komunikasi yang lebih dekat antara pejabat publik dan masyarakat. Kegiatan itu juga mendorong budaya hidup sehat.
“Ini contoh politik yang humanis. Turun ke jalan, bertemu masyarakat, olahraga bersama. Dari yang sehat ini, lahir ide-ide sehat untuk pembangunan,” tutur Fauzi.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumenep tampil mengenakan kaos putih JJS, topi merah-hitam, dan sepatu merah. Ia didampingi pimpinan DPRD serta Forkopimda.
Ribuan peserta dari kalangan ASN, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut. Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera start.
JJS DPRD Sumenep diharapkan menjadi agenda rutin untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret sinergi pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, yang diharapkan terus terjaga demi mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep.
















