SRAGEN, Detikpost.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan gizi bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen melaksanakan kegiatan studi referensi ke Instalasi Gizi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen tersebut menjadi sarana untuk menambah wawasan sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai pengelolaan pelayanan gizi, mulai dari standar operasional, tata kelola penyelenggaraan makanan, hingga upaya menjaga kualitas pemenuhan kebutuhan gizi secara optimal.
Rombongan Lapas Kelas IIA Sragen diterima oleh jajaran manajemen dan petugas terkait dari RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Dalam kegiatan tersebut, hadir Direktur RSSP Sragen, dr. Tin Dwi Yuliarti, M.Kes, serta Kepala Instalasi Gizi RSSP Sragen, Isnain Agung Legowo, S.Gz. Sementara itu, dari pihak Lapas Sragen turut hadir Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Putu Aryuni Damayanti, A.Md.IP., S.E., M.Si., bersama jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Isnain Agung Legowo, S.Gz., menyampaikan materi terkait sumber daya manusia dan pengelolaan Instalasi Gizi. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya dukungan sumber daya manusia yang kompeten, penerapan standar pelayanan, serta pengelolaan makanan yang terencana dan sesuai dengan kebutuhan gizi penerima layanan.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman antara kedua instansi. Melalui forum tersebut, rombongan Lapas Sragen berkesempatan menggali informasi mengenai mekanisme penyelenggaraan makanan, pengawasan mutu, penerapan standar operasional, serta berbagai aspek yang mendukung terselenggaranya pelayanan gizi secara baik dan berkesinambungan.
Studi referensi ini dinilai penting mengingat pemenuhan kebutuhan makanan dan gizi merupakan salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan di lingkungan pemasyarakatan. Kualitas makanan tidak hanya berkaitan dengan kecukupan jumlah, tetapi juga harus memperhatikan kandungan gizi, kebersihan, keamanan pangan, serta proses pengolahan dan penyajiannya.
Dengan mempelajari sistem pengelolaan yang diterapkan di lingkungan rumah sakit, Lapas Sragen diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan dan referensi yang dapat menjadi bahan evaluasi maupun pengembangan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan makanan bagi warga binaan.
Direktur RSSP Sragen, dr. Tin Dwi Yuliarti, M.Kes., bersama jajaran menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga. Kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi serta membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan studi referensi tersebut, diharapkan terjalin hubungan kerja sama dan kolaborasi yang semakin baik antara Lapas Kelas IIA Sragen dengan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Tidak hanya sebatas kunjungan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui penerapan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam meningkatkan standar pelayanan pemenuhan gizi di lingkungan Lapas Sragen.
Pada akhirnya, peningkatan kualitas pelayanan gizi menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, memperhatikan kesehatan, serta memenuhi kebutuhan dasar warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
















