Sampang – detik post.id – Dinas Pendidikan ( DISDIK ) Kabupaten Sampang menggelar Bimtek penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta menggandeng Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan ( BBPMP ) Propinsi Jawa Timur, yang diselenggarakan di SDN Noreh 6, Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ciptakan fondasi budaya mutu, wujudkan pendidikan berkelanjutan, Selasa ( 03/11/2026 ).
Hadir dalam kegiatan tersebut, dinas pendidikan kabupaten Sampang yang diwakili kepala bidang ( Kabid ) SMP Wahyudi, pengawas pendidikan UPTD Sreseh, Siti Musripah, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN Noreh 6, kecamatan Sreseh, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN kotah kecamatan Jrengik, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN gulbung 4, kecamatan Pangarengan, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN jeruk porot 1, kecamatan Torjun, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN tanah mera 3, kecamatan Torjun, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN Panyerangan, kecamatan Sampang, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN labuhan 1, 5 orang perwakilan guru UPTD SDN Noreh 5, kecamatan Sreseh, Nara sumber, Wahyu arijatmiko S. Kom., M.T dari balai besar penjaminan mutu pendidikan ( BBPMP) Propinsi Jawa Timur.

Menurut kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam melalui Kepala Bidang ( KABID ) SMP, Wahyudi mengatakan pada media ini, kegiatan bimtek penguatan SPMI yang di lakukan hari ini adalah, sistem penjamin mutu yang dijalankan secara mandiri didalam satuan pendidikan.
” Tujuan Bimtek penguatan SPMI adalah untuk mengendalikan dan meningkatkan kwalitas penyelenggaraan pendidikan agar memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan ( SNP ),” tuturnya.
Lebih lanjut, Wahyudi yang berpenampilan santai namun penuh wibawa menegaskan, penerapan SPMI berjalan berkesinambungan, melalui beberapa siklus, diantaranya, penetapan standar mutu, pemetaan mutu, penyusunan rencana peningkatan mutu, pelaksanaan peningkatan mutu, serta pemantauan dan evaluasi.
” Penetapan standar mutu, pihak sekolah menetapkan kebijakan dan acuan standar mutu yang ingin dicapai,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, pemetaan mutu seharusnya sekolah mengukur kondisi nyata saat ini ( menggunakan data rapor pendidikan, hasil akreditasi, atau evaluasi diri ) untuk melihat kesenjangan dengan standar.
Lebih jelas, ia menabahkan penyusunan rencana peningkatan mutu, sekolah membuat rencana kerja atau strategi untuk menutup kesenjangan tersebut.
Pelaksanaan peningkatan mutu tentunya menjalankan program atau kegiatan perbaikan, seperti pelatihan guru atau pembenahan fasilitas.
“Pihak sekolah harus memantau dan mengevaluasi, mengawasi dan menilai, apakah kegiatan tersebut benar benar berdampak pada peningkatan mutu,” ucapnya.
Wahyudi berharap, dengan adanya bimtek penguatan SPMI ini, ditingkat satuan pendidikan ada semangat baru, peningkatan mutu pendidikan sekolah dengan sistem terpadu yang di bentuk tim tpmps.
” Kami berharap, dengan bimbingan tim penjaminan mutu pendidikan sekolah di tingkat satuan pendidikan, ada semangat baru serta memastikan keseluruhan unsur yang meliputi organisasi, kebijakan dan proses proses yang terkait di satuan pendidikan, dapat berjalan sesuai dengan standar yang di tetapkan, untuk terjamin terwujudnya budaya mutu di satuan pendidikan,” pungkasnya.
Penulis : Soleh
Editor : Redaksi
Sumber: detikpost.id



