PT. Tusam Hutani Lestari Tegaskan Komitmen terhadap Kelestarian Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Takengon, Aceh Tengah ( DETIK POST.ID ) – PT. Tusam Hutani Lestari (THL) menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan praktik kehutanan berkelanjutan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini disampaikan usai mengikuti acara re-sertifikasi yang dipromotori oleh PT. Lambodja di Hotel Grand Bayuhill, Takengon, Selasa (2/7).

 

Dalam keterangannya, perwakilan PT. THL menekankan bahwa keberlangsungan usaha kehutanan tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan memperkuat peran masyarakat sebagai penjaga lingkungan.

 

Kami memandang bahwa kehutanan bukan sekadar aktivitas menanam dan menebang pohon. Ini adalah ikhtiar menciptakan harmoni antara manusia dan alam. Prinsip keberlanjutan, transparansi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan menjadi fondasi utama dalam seluruh kegiatan kami,” ungkapnya.

 

Acara re-sertifikasi tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari desa-desa di Aceh Tengah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi masyarakat (ormas). Forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga fungsi ekologis dan sosial hutan.

 

Sebagai bentuk komitmen nyata, PT. THL telah mengembangkan program-program seperti agroforestry, silvopasture, konservasi keanekaragaman hayati, hingga kemitraan kehutanan berbasis masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada produktivitas hutan, tetapi juga bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Baca Juga:  Ketua APPI Aceh Utara Serukan Siaga Bencana Susulan: "Pidei Jaya Kembali Diterjang Banjir, Aceh Jangan Lengah! Trauma 26 November Jangan Terulang!"

 

Dalam kesempatan yang sama, PT. THL juga menyerukan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dari ancaman kerusakan akibat illegal logging dan illegal mining. Menurutnya, praktik-praktik tersebut sangat berbahaya bagi ekosistem, dapat menyebabkan bencana ekologis, dan pada akhirnya merugikan seluruh masyarakat.

 

Kami mengajak semua pihak, mulai dari masyarakat adat, tokoh pemuda, aparat desa, hingga pemerintah, untuk bersama-sama mencegah dan melawan aktivitas perusakan hutan seperti pembalakan liar dan penambangan ilegal. Dampaknya tidak hanya merusak alam, tetapi juga merampas masa depan generasi kita,” tegasnya.

 

Dengan semangat kolaborasi dan pendekatan berbasis masyarakat, PT. Tusam Hutani Lestari optimis bahwa sektor kehutanan dapat menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan, di mana kelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.;

 

>>>>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *