ACEH UTARA ( DETIK POST.ID ) – Pemandangan mengharukan terlihat di Desa Madan, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Masjid Suhada, yang terpendam dalam lumpur sisa banjir dahsyat 2025, kini mulai kembali berfungsi berkat gotong royong antara Polres Lhokseumawe dan masyarakat.
Kegiatan bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Dr. Ahzan, SH, SIK, MSM, MH, dan diikuti sekitar 85 orang, termasuk Wakapolres Kompol Luxmawi, Kabag Ops Polres Lhokseumawe, personel Polres Lhokseumawe, anggota Brimob Kalimantan Timur, dan warga Desa Madan.
Lumpur setebal 30 cm yang menutupi pelataran masjid menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir. Akibatnya, Masjid Suhada terbengkalai. Namun, semangat kebersamaan membangkitkan harapan.
Dengan peralatan seadanya, mereka menyisir setiap sudut pelataran masjid, mengumpulkan lumpur dan sisa material. Canda tawa terdengar, mencerminkan optimisme membangun kembali Desa Madan.
Kami sangat berterima kasih kepada Polres Lhokseumawe,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca. “Berkat bantuan Bapak-bapak Polisi, Insya Allah kami bisa segera shalat Jumat kembali di masjid ini.”
Humas Polres Lhokseumawe, Salman, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana. “Kami ingin meringankan beban masyarakat dan membantu memulihkan kondisi pasca-banjir,” ujarnya.
Ketua DPD APPI Aceh Utara, Muhammad (Rimung Buloh), memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Lhokseumawe. “Saya salut dan mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Kapolres Lhokseumawe atas inisiatif yang sangat membantu masyarakat ini,”
penulis( adi )















