ACEH UTARA ( DETIK POST.ID ) – Sebuah pemandangan mengharukan terlihat di Desa Madan, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Masjid Syuhada, yang selama ini terpendam dalam lumpur sisa bencana banjir dahsyat pada 26 November 2025, kini mulai menunjukkan kembali wajahnya berkat gotong royong antara Polres Lhokseumawe dan masyarakat setempat.
Kegiatan bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Dr. Ahzan, SH, SIK, MSM, MH, dan diikuti oleh sekitar 85 orang, termasuk Wakapolres Kompol Luxmawi, Kabag Ops Polres Lhokseumawe, personel Polres Lhokseumawe, anggota Brimob Kalimantan Timur yang tengah bertugas, serta puluhan warga Desa Madan.
Lumpur setebal 30 cm yang menutupi pelataran masjid seluas sekitar 5 rante menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir yang melanda Aceh Utara. Akibatnya, Masjid Syuhada terpaksa terbengkalai dan tidak dapat digunakan. Namun, semangat kebersamaan membangkitkan harapan untuk mengembalikan fungsi masjid.
Dengan peralatan seadanya, mereka menyisir setiap sudut pelataran masjid, mengumpulkan lumpur dan sisa material. Canda tawa terdengar di sela kegiatan, mencerminkan optimisme membangun kembali Desa Madan.
Kami sangat berterima kasih kepada Polres Lhokseumawe yang telah membantu kami membersihkan Masjid Suhada,” ujar seorang warga Desa Madan dengan mata berkaca-kaca. “Berkat bantuan Bapak-bapak Polisi, Insya Allah kami bisa segera melaksanakan shalat Jumat kembali di masjid ini.”
Humas Polres Lhokseumawe, Salman, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana. “Kami ingin meringankan beban masyarakat dan membantu memul
penulis>>{ rimung }















