SUMENEP, Detikpost.id – Kepoiisian Sumenep mengungkap kronologi kecelakaan tunggal yang menewaskan Imron alias Muhammad Rohim, warga Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan keterangan, korban mengalami kecelakaan tunggal di sebuah jembatan di jalan PUD, Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Keterangan tersebut disampaikan Kapolsek Batuputih AKP Abu Mahdura menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, korban berada di kawasan Pantai Badur bersama seorang perempuan berinisial TIFA. Dua teman korban, Haris dan Iyon, juga berada di lokasi namun berada di gazebo berbeda.
Sekitar pukul 18.30 WIB, seorang saksi berinisial SUB yang disebut sebagai Kepala Dusun Mura’as bersama seorang lainnya mendatangi korban dan TIFA. Keduanya kemudian diajak berpindah ke lokasi yang lebih terang, yakni sebuah warung di kawasan Pasar Badur.
“Setelah korban, TIFA, SUB beserta satu orang lainnya tiba di warung di Pasar Badur, korban langsung pulang sendirian dan pergi ke arah timur,” jelas Kapolsek berdasarkan hasil pemeriksaan saksi.
Dalam perjalanan pulang, korban melintas di jalan PUD Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya. Saat berada di lokasi tersebut, sepeda motor Honda Vario warna merah tahun 2018 yang dikendarai korban menabrak bagian got jembatan di sisi kiri jalan.
Benturan tersebut cukup keras hingga korban terpental sekitar satu meter dari sepeda motornya.
Seorang warga bernama Mashudi yang rumahnya berjarak sekitar 150 meter dari lokasi kejadian mendengar suara benturan. Ia kemudian mendatangi lokasi dan menemukan sepeda motor korban dalam kondisi rusak di sisi selatan got jembatan.
Korban ditemukan dalam posisi telungkup dan miring ke kanan. Saat itu, hidung dan mulut korban mengeluarkan darah, begitu pula bagian kedua telinganya. Kondisinya disebut setengah tidak sadarkan diri.
Warga kemudian memberikan pertolongan. Korban sempat dibawa menggunakan sepeda motor menuju rumah Bidan Desa Badur selanjutnya dibawa ke Puskesmas Batuputih.
Di Puskesmas Batuputih, korban masih dapat berbicara, tetapi kondisinya tidak sepenuhnya sadar. Petugas juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka pada hidung, mulut, telinga, dada, paha, selangkangan, dan kaki.
“Selanjutnya korban dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sekitar pukul 21.00 WIB dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 21.30 WIB,” kata Kapolsek Batuputih.
Jenazah korban kemudian dimakamkan pihak keluarga pada Sabtu (1/8/2026) di pemakaman Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding.
Ayah Korban Tegaskan Ikhlas
Sementara itu, Pusaha, ayah kandung Rohim, sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang mempertanyakan penyebab kematian anaknya.
Pusaha menegaskan dirinya telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak memiliki niat untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
“Saya ikhlas atas kecelakaan yang menimpa anak saya,” kata Pusaha mengutip keterangan Kapolsek.
Ia juga menyatakan tidak berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Keluarga memilih menerima peristiwa yang menimpa Rohim dan menyerahkannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Saya tidak ada niatan untuk melaporkan kejadian itu ke kepolisian,” tegasnya.
Pusaha juga menyampaikan keluarga tidak menginginkan dilakukan autopsi terhadap jenazah Rohim. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena keluarga ingin menjaga ketenangan almarhum dan telah menerima kepergiannya.
“Bahkan tidak mau melakukan autopsi, karena takut dosa kepada yang sudah meninggal, dan saya sudah pasrah kepada Yang Maha Kuasa,” katanya.
Polisi : Belum Ada Bukti Kekerasan Disengaja
Polisi juga telah mendatangi pihak keluarga korban untuk meminta keterangan terkait peristiwa tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, Pusaha bersama anggota keluarga menyatakan tidak berkenan jika kejadian tersebut dilanjutkan ke ranah hukum.
Keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir. Keluarga juga memilih tidak mempermasalahkan peristiwa tersebut serta tidak menginginkan adanya proses hukum.
Sikap keluarga itu disampaikan setelah muncul sejumlah opini di masyarakat maupun pemberitaan mengenai dugaan adanya kekerasan terhadap korban setelah kecelakaan.
Polisi menegaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, belum ditemukan bukti yang cukup untuk menyimpulkan adanya kekerasan yang disengaja terhadap korban.
“Belum ditemukan bukti yang cukup terkait dugaan kekerasan yang disengaja terhadap korban,” terang Kapolsek.
Polisi juga menyebut pihak keluarga tidak mempercayai dan tidak mempermasalahkan opini yang berkembang tersebut. Keluarga memilih fokus pada ketenangan almarhum dan menyatakan menolak proses hukum atas kejadian tersebut.
Keluarga Tidak Ajukan Visum
Terkait pemeriksaan medis, pihak RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep disebut tidak menerbitkan visum et repertum (VER).
Hal tersebut berkaitan dengan tidak adanya laporan dari pihak keluarga kepada kepolisian serta sikap keluarga yang menolak proses hukum. Dengan kondisi tersebut, proses penerbitan VER tidak dilakukan.
Kapolsek mengatakan kepolisian telah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan kronologi kejadian, antara lain mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, berkoordinasi dengan pihak TNI, Puskesmas Batuputih, pemerintah desa, keluarga korban, serta RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Polisi juga berencana melakukan klarifikasi kembali kepada pihak keluarga menyusul adanya pemberitaan dan opini yang berkembang di media daring mengenai kematian korban.
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab kematian Rohim sebelum terdapat bukti dan keterangan resmi.
Hingga saat ini, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut mengarah pada dugaan kecelakaan tunggal. Sementara dugaan kekerasan yang disengaja terhadap korban belum didukung bukti yang cukup.






