Oleh : Hasyim Khafani. SH (Peserta LK-III Badko Jatim)
Detikpost.id – Menjaga Tauhid Sosial Demi Kedaulatan Ekologi Indonesia. Industrialisasi hari ini diuji, mau jadi jalan kemakmuran atau jalan kerusakan?. NDP HMI punya jawaban. Di tengah gempuran smelter, tambang, dan digitalisasi, NDP mengingatkan kita bahwa pembangunan tanpa tauhid merupakan penjajahan baru.
Tauhid Sosial, menyatukan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Kalau satu rusak, ketiganya runtuh. Inilah kompas HMI agar tidak hanyut dalam arus industrialisasi kapitalistik.
Landasan Teori-Teori
1. Teori Tauhid Sosial – Kuntowijoyo. Tentang Islam profetik (Humanisasi, liberasi, dan transendensi). Islam bukan hanya urusan ritual. Tauhid harus turun ke ranah sosial, ekonomi, dan ekologi. Industrialisasi harus diukur, apakah menambah keadilan atau menambah ketimpangan? Apakah merawat bumi atau merusaknya?
2. Teori Ekologi Politik – Andre Gunder Frank
Negara pinggiran sering jadi korban “ekstraktivisme” demi industri negara inti. Tanpa ideologi perlawanan seperti NDP, Indonesia hanya akan jadi penambang dan TPA limbah transisi hijau global.
Tantangan HMI Hari ini
1. Kapitalisme Ekstraktif. Hutan & laut dikorbankan demi PDB. Maka Lawan dengan advokasi kebijakan berbasis data + etika.
2. Teknokrasi Tanpa Nurani. Ahli hanya hitung untung, lupa dampak. Maka harus menjadi dan Masuk jadi teknokrat hijau yang amanah.
3. Apatisme Kader. Sibuk karir, lupa misi perjuangan. Jalannya adalah Hidupkan kembali tradisi “intelektual-organis-aktivis”
Industrialisasi tanpa NDP merupakan kemajuan yang mencabik bumi. NDP tanpa aksi adalah jargon di atas kertas.
Tugas HMI hari ini bukan menolak pabrik. Tapi memastikan pabrik itu tunduk pada tauhid, tidak menzalimi buruh, tidak merusak sungai, tidak menggadaikan masa depan.
Karena kedaulatan ekologi Indonesia hanya akan tegak kalau kadernya berani jadi “Teknokrat yang bertauhid”i’m





