ACEH TENGAH (DETIKPOST.ID ) – Kepada seluruh masyarakat Aceh Tengah yang selama ini telah mendukung gerakan dan aksi perjuangan kita, kami menyampaikan informasi penting terkait perkembangan terbaru.
Pada tanggal 19 Mei 2025, telah terbit surat resmi dari Bupati Aceh Tengah, yang pada prinsipnya menerima dan mengakomodir lima poin tuntutan masyarakat. Dalam surat tersebut, Bapak Bupati juga menjelaskan secara rinci satu per satu poin tuntutan, yang menunjukkan adanya itikad baik dan respon positif dari pemerintah daerah.
Sebagai Koordinator Aksi, kami memandang bahwa dengan terbitnya surat tersebut, substansi perjuangan telah berhasil dicapai. Maka dari itu, aksi lanjutan dinilai tidak lagi relevan untuk dilaksanakan. Kami memahami bahwa mungkin ada sebagian pihak yang merasa kecewa dengan keputusan ini, namun penting untuk kami tegaskan bahwa pembatalan aksi bukan berarti menyerah atau berhenti berjuang, melainkan bentuk tanggung jawab agar perjuangan tetap berada di jalur yang benar dan bermartabat.
Pembatalan aksi ini bukan keputusan sepihak tanpa hasil, justru seluruh tuntutan yang diajukan telah mendapat respon dan diakomodir secara tertulis oleh Bupati Aceh Tengah. Apabila aksi tetap dipaksakan dalam situasi ini, maka ada risiko munculnya kesan bahwa perjuangan ini memiliki agenda tersembunyi atau disusupi kepentingan lain yang dapat mencemari kemurnian gerakan kita. Bahkan, aksi tersebut bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Meski begitu, sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab moral kepada publik, kami mengundang langsung Bapak Bupati Haili Yoga untuk hadir dalam pertemuan bersama masyarakat di Gedung Serbaguna Kampung Kala Lengkio. Dalam forum ini, kami berharap beliau bersedia menyerahkan surat resmi tersebut secara simbolis di hadapan masyarakat, agar tidak ada prasangka atau dugaan adanya proses “main belakang”.
Kami, atas nama pribadi dan mewakili rekan-rekan lainnya, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh Tengah yang telah mendukung gerakan ini. Kita telah membuktikan bahwa suara rakyat masih kuat dan tidak boleh dipandang remeh. Sekali lagi, terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan semangat kolektif yang telah ditunjukkan.
Saya, Gilang Ken Tawar (Koordinator 2), mewakili saudara Sulaiman (Koordinator 1), juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kesalahpahaman atas pembatalan aksi ini. Kami bertanggung jawab penuh atas keputusan ini dan berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sebenarnya.
Hidup rakyat, hidup perjuangan!;
>>>>>>>{ RIMUNG }
















