Hendrika Saputra, Aceh: Dari Pahlawan Kemerdekaan ke Bangsa yang Tertinggal

Aceh Timur ( DETIK POST.ID ) – Nanggroe Aceh dikenal sebagai bangsa yang memiliki jasa besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Dari masa perjuangan kemerdekaan, darah dan keringat rakyat Aceh telah tercurah demi tegaknya Sang Merah Putih di bumi nusantara. Kapal-kapal dari Aceh, emas dan harta masyarakat, hingga doa para ulama dan pejuang menjadi bagian penting dari pondasi lahirnya Republik Indonesia. Jumat 26/9/2025.

 

Namun, jasa besar itu kini seakan dibalas dengan kepahitan. “Bangsa Aceh telah berjasa besar bagi kemerdekaan Indonesia. Namun, ibarat air susu dibalas dengan air tuba, balasan yang kami rasakan justru kesengsaraan. Aceh banyak membantu Indonesia merdeka, tetapi hingga kini Aceh masih hidup dalam penderitaan, tertinggal di bawah bendera Indonesia,” ujar Hendrika Saputra kepada media ini.

Baca Juga:  Samsat Polres Semarang Beri Reward Coklat kepada Anak yang Dampingi Orangtua Tertib Bayar Pajak Kendaraan

 

Kondisi Aceh saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Jalan-jalan poros banyak yang rusak, pendidikan dan kesehatan belum sesuai harapan, kesempatan kerja sempit, sementara sumber daya alam yang melimpah dikeruk tanpa memberikan kesejahteraan yang layak bagi rakyat.

 

Ironi itu terus hidup: Aceh yang dahulu memberi nyawa bagi republik, justru dibiarkan berjalan sendiri dalam penderitaan. Bagi rakyat Aceh, keadilan dan kesejahteraan bukanlah sebuah hadiah, melainkan hak yang seharusnya mereka nikmati sebagai bangsa yang telah memberikan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.;

 

penulis>>{ RIMUNG }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *