Sampang – detikpost.id – Program Polres Sampang yang bertajuk “Polisi Goes To School” di implementasikan Polisi Sektor ( POLSEK ) Sreseh dengan melakukan kegiatan edukasi dan pencegahan perundungan/ bullying di sekolah SDN Noreh 1,Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin ( 03/08/2026 ).
Kapolsek Sreseh AKP Andik suejarwanto S.H melalui Kepala Seksi Umum ( KASIUM ) Aipda Rahman menyampaikan dihadapan siswa dan siswi SDN Noreh 1 di acara upacara bendera, bahwa kita tidak boleh dan jangan pernah melakukan perundungan / buliyan pada sesama, menendang, memukul, bahkan mendorong teman.

” Saya tekankan pada adik adik SDN Noreh 1, janganlah membulli teman kita sendiri, karena itu perbuatan yang tidak baik, apalagi sampai memukul, menendang bahkan mendorong teman, jangan ya,”tuturnya tegas.
Menurutnya, perundungan / bullying pada teman mempunyai dampak yang buruk, nantinya kita di musuhi atau di jauhi teman – teman kita sendiri. Tujuan kita kesini adalah, memberikan pemahaman kepada adik adik semua agar tidak membulli dan bagaimana caranya menghindari bullying/ perundungan.
” Kehadiran kita disini, untuk memberikan pemahaman pada adik adik semua, bahwa bagaiman cara menghindari bullying/ perundungan pada sesama,” ucapnya.
Aipda Rahman memaparkan, ada beberapa jenis perundungan / bullying di Sekolah di antaranya:
1. Fisik :
Memukul, menendang, atau mendorong korban.
2. Verbal :
Mengejek, menghina, atau memanggil nama buruk.
3. Sosial :
Mengucilkan atau menyebarkan gosip.
4. Siber :
Menggunakan media sosial untuk mengolok-olok.
Cara Mencegah Perundungan di antaranya:
– Guru mengawas murid dengan ketat di kelas dan di luar kelas.
– Sekolah membuat aturan yang jelas anti perundungan.
– Orang tua aktif memantau kondisi dan perubahan sikap anak.
– Anak diajarkan untuk berani melapor kepada guru jika melihat atau mengalami perundungan.
Kepala sekolah SDN Noreh 1, absa S.Pd, mengatakan pada media ini, bahwa kehadiran pihak kepolisian Polsek Sreseh dalam memberikan pemahaman terkait bullying atau perundungan, pada anak didiknya sangat baik dan diharapkan akan berdampak positif, hal ini membuktikan hubungan yang baik dan koordinasi yang baik akan menciptakan iklim Kamtibmas yang baik di lingkungan sekolah dan masyarakat pada umumnya.
” Koordinasi dan sinergitas antar instansi dan lembaga terkait, menjadikan iklim Kamtibmas di lingkungan sekolah akan lebih kondusif, aman, nyaman, dimana sekolah dijadikan rumah kedua oleh anak anak,” tuturnya.
Lebih lanjut absa mengapresiasi program polres Sampang melalui Polsek sreseh di program ” Polisi Goes To School”, dalam memberikan edukasi dan pemahaman tentang perundungan / bullying di sekolah.
” Semoga program ini tidak menjadi seremonial semata, tetapi akan berjenjang dan berkelanjutan di tahun tahun mendatang,” pungkasnya.
Perlu di ketahui bahwa, pelaksanaan kegiatan “Polisi Goes To School ” yang di lakukan Polsek Sreseh di ikuti semua siswa siswi SDN Noreh 1 dari kelas 1 sampai kelas 6. Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa dari dewan guru, kepala sekolah dan siswa.Kegiatan tersebut berjalan lancar, aman, tertib dan kondusif. Kegiatan tersebut di tutup dengan foto bersama sebagai kenang kenangan oleh seluruh siswa SDN Noreh 1.
Penulis: Soleh
Editor : redaksi
Sumber: detikpost.id


