SRAGEN, JATENG – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sragen. Seorang remaja berbakat asal Bumi Sukowati, Luvena Candrawati Waskito, akan mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam ajang Pemilihan Putra Putri Literasi Budaya Indonesia 2026 tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Surabaya pada 5–12 November 2026.
Luvena merupakan remaja yang memiliki bakat di bidang modelling sekaligus ketertarikan terhadap literasi dan pelestarian budaya Indonesia. Saat ini, ia tercatat sebagai siswi SMA Negeri 2 Sragen.
Keikutsertaan Luvena dalam ajang nasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, lingkungan sekolah, serta masyarakat Kabupaten Sragen. Ia diharapkan mampu menunjukkan potensi generasi muda daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah di tingkat nasional.
Dukungan terhadap langkah Luvena juga datang dari Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen, Joko Hendang Murdono, S.STP., M.M. Ia menyatakan dukungan penuh dan berharap keikutsertaan Luvena dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai budaya dan meningkatkan kepedulian terhadap literasi.
“Semoga sukses dan mampu menciptakan generasi muda yang peduli terhadap budaya dan literasi. Semoga Ananda Luvena berhasil, meraih juara, serta memberikan yang terbaik untuk Provinsi Jawa Tengah dan khususnya Kabupaten Sragen,” ungkap Joko Hendang Murdono.
Angkat Sejarah Batik Klasik Wahyu Tumurun
Dalam ajang tersebut, Luvena akan mengangkat dan mempresentasikan sejarah serta filosofi batik klasik Wahyu Tumurun, salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis dan filosofis dalam tradisi keraton Jawa.
Motif Batik Wahyu Tumurun dikenal sebagai salah satu motif klasik yang berkembang dalam lingkungan kebudayaan Mataram Islam. Motif ini mengandung filosofi tentang harapan turunnya anugerah, kemuliaan, keberkahan, serta petunjuk Tuhan kepada manusia.
Dalam tradisi pembuatannya, batik keraton tidak sekadar menjadi karya seni, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, ketekunan, kesabaran, dan doa.
Seiring perkembangan zaman, motif Wahyu Tumurun menyebar ke berbagai sentra batik, khususnya Yogyakarta dan Surakarta (Solo), dengan karakteristik visual masing-masing.
Pada gaya Yogyakarta, motif ini umumnya menggunakan latar putih dengan ornamen yang menonjolkan burung merak. Sementara gaya Surakarta dikenal dengan dominasi warna cokelat sogan klasik serta perpaduan ornamen burung merak dan phoenix yang memperlihatkan pengaruh akulturasi budaya.
Melalui presentasi tersebut, Luvena diharapkan tidak hanya mampu memperkenalkan keindahan batik, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai sejarah, filosofi, dan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa kepada generasi muda.
Dukungan Penuh dari SMA Negeri 2 Sragen
Dukungan juga diberikan oleh Kepala Sekolah beserta jajaran guru SMA Negeri 2 Sragen. Dukungan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Luvena untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Partisipasi Luvena menjadi bukti bahwa generasi muda Sragen memiliki potensi besar untuk berprestasi, tidak hanya dalam bidang akademik dan seni, tetapi juga dalam pelestarian literasi budaya.
Kini, dukungan dan doa masyarakat Sragen sangat diharapkan agar Luvena dapat menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar serta memberikan hasil terbaik.
Mari warga Sragen, bersama-sama berikan dukungan dan doa untuk Luvena Candrawati Waskito!
Semoga mampu tampil maksimal, mengharumkan nama Provinsi Jawa Tengah, membawa kebanggaan bagi Kabupaten Sragen, dan meraih prestasi terbaik di ajang Putra Putri Literasi Budaya Indonesia 2026.
LUVENA CANDRAWATI WASKITO, BERJUANG DAN BERPRESTASI!
SRAGEN HEBAT! JAWA TENGAH BERBUDAYA!
















