Bupati Sumenep Bawa Pesan, Ilmu dan Akhlak Dalam Apel Hari Santri 2026

Foto: Bupati Sumenep, Drs. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH pimpin Apel Hari Santri 2026

SUMENEP, Detikpost.id – Ratusan santri dengan mengenakan kopyah, baju muslim dan sarung mewarnai semangat bernuansa religi di tengah suasana apel Hari Santri 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Kamis (22/10/2026).

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan ini menjadi momentum memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa.

Bacaan Lainnya

Apel yang dipimpin langsung Bupati Sumenep, Drs. H. Achmad Fauzi Wongojudo, SH. MH membawa pesan penting tentang Ilmu dan Akhlak.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Apresiasi Media Expo 2026, Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757

Dalam amanatnya, Bupati Achmad Fauzi mengatakan bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ilmu tanpa akhlak ibarat pohon tanpa buah. Ilmu harus memberi manfaat, bukan sekadar menjadi kebanggaan pribadi.” kata Bupati Fauzi dalam amanatnya.

Ia mengajak para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga meningkatkan pengetahuan untuk menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan positif melalui sikap, perilaku, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jadilah pribadi yang membawa manfaat. Kehadiran santri harus dirasakan melalui kebaikan dan kepedulian kepada sesama.” ujarnya.

Bupati Fauzi menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga kerukunan sosial, melestarikan budaya, serta memperkuat nilai keagamaan di tengah arus globalisasi.

Baca Juga:  Khairul alias Dekgam, Eks Kombatan GAM di Aceh Timur: “20 Tahun Damai Aceh Hanya Ilusi

“Santri harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat, menjaga persatuan, dan ikut menghadirkan solusi atas berbagai persoalan.” tegas Bupati Fauzi.

Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Kapolresta, Dandim, Ketua DPRD, serta jajaran pengurus PCNU Sumenep. Selain itu, para kiai, pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan ribuan santri dari berbagai wilayah turut mengikuti kegiatan tersebut.

Peringatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama. Momentum ini diharapkan Pemkab Sumenep, dapat memperkuat semangat keilmuan dan akhlak generasi muda agar mampu menghadapi tantangan moral demi masa depan menuju Indonesia Emas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *