SUMENEP, Detikpost.id – Kepala SMKN 1 Kalianget, H. Zainul Sahari, S.Pd., M.Pd perkuat komitmennya dengan kesederhanaan upaya strategis yang dinilai berimplikasi terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Hal itu disampaikan kepada media di ruang kerjanya. Senin (11/05/2026)
Dalam kesempatannya, Kepala SMKN 1 Kalianget, H. Zainul Sahari, S.Pd., M.Pd menegaskan bahwa kemajuan lembaga pendidikan sangat bergantung pada pola kepemimpinan kepala sekolah dalam menggerakkan seluruh unsur pendidikan agar mampu menciptakan sekolah yang bermutu dan berprestasi.
Menurutnya, arah dan kualitas pendidikan di sebuah sekolah ditentukan oleh bagaimana seorang pemimpin membangun sistem yang mampu mengakselerasi potensi guru, siswa, hingga lingkungan sekolah. Hal itu akan berdampak langsung terhadap prestasi peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
” Lembaga pendidikan itu bergantung pada pemimpinnya. Mau dibawa ke mana sekolah itu, akan berimplikasi kepada anak didiknya, apakah bisa melahirkan banyak prestasi atau tidak,” ujarnya.
Sebagai kepala sekolah yang masih relatif baru memimpin SMKN 1 Kalianget, ia mengaku tidak memasang target yang terlalu muluk. Namun, dirinya memiliki fokus utama dalam membangun budaya prestasi dan keaktifan seluruh elemen sekolah.
” Saya punya target pertama memberikan motivasi kepada teman-teman. Sekolah ini harus berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Prestasi itu harus ada buktinya, seperti sertifikat atau juara,” katanya.
Selain prestasi, ia juga menargetkan seluruh unsur sekolah menjadi lebih aktif, mulai dari siswa, guru, hingga hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, lingkungan sekolah yang sehat dan harmonis menjadi faktor penting dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik.
“ Tunjukkan bahwa sekolah ini aktif semua, siswanya aktif, gurunya aktif, dan lingkungan sekolahnya bagus, baik internal maupun dengan masyarakat,” imbuhnya.
Kepala sekolah menilai SMKN 1 Kalianget telah memiliki modal besar sebagai sekolah unggulan dengan delapan kompetensi keahlian yang terus berkembang. Berbagai program produktif dan inovasi siswa disebut telah berjalan dan menunjukkan hasil positif.
“Di sini sudah banyak produk unggulan. Bahkan sudah ada proses pengembangan sepeda motor listrik. Itu tidak mudah, butuh pengalaman, dana, dan proses panjang. Tapi teman-teman sudah sampai tahap itu,” jelasnya.
Proses pengembangan produk unggulan tersebut tidak lepas dari inovasi kreatifitas pihak sekolah dalam membangun hubungan kerja sama dengan berbagai balai pelatihan di berbagai daerah. Salah satunya dengan BBPPMPV BOE (Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika).
“ Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui upskilling/reskilling guru, pengembangan kurikulum berbasis industri, dan sertifikasi kompetensi, ” terangnya.
Menurutnya, program ini bertujuan memperkuat link and match antara SMK dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) untuk lulusan siap kerja.
Lanjutnya, ukuran keberhasilan SMK bukan hanya jumlah siswa, melainkan kualitas program dan hasil produk yang mampu dihasilkan sekolah. Karena itu, penguatan kompetensi dan produktivitas menjadi orientasi utama kepemimpinannya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun citra positif sekolah di tengah masyarakat, termasuk menjaga hubungan harmonis dengan media sebagai mitra publikasi kegiatan pendidikan.
“Kalau masyarakat memandang citra sekolah jelek, itu juga tidak bagus. Makanya citra harus dibangun. Saya dengan media harus baik, karena hal-hal yang tidak baik bisa menutupi banyak hal baik yang sudah dilakukan sekolah,” pungkasnya.
Melalui harmonisasi bersama unsur sekolah, masyarakat dan media yang dinilai sebagai mitra strategis dalam publikasi yang konstruktif, diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas sekolah. Sehingga, prestasi anak didiknya baik akademik maupun non akademik menjadi simbol keberhasilan SMKN 1 Kalianget di tengah masyarakat.







