Aceh Utara, ( DetikPost.id ) – 14 Mei 2026 – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, makin geram setelah menerima laporan rinci dari puluhan pasien yang datang mengadu kepadanya.
Disebutkan, penolakan layanan dan permintaan biaya tambahan ini khusus menimpa pasien rawat jalan saja di RSUD Cut Meutia, dengan alasan ketentuan desil Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Banyak pasien rawat jalan melapor ke saya, mereka bercerita baru datang mau berobat langsung disuruh pulang dengan alasan masalah desil JKA tidak masuk kategori yang ditanggung.
Yang anehnya… kalau mau beli karcis seharga Rp100.000, baru boleh berobat dan dilayani cerita pasien yang enggan disebut namanya, rawat jalan saja yang kena aturan ini benar-benar sangat aneh dan janggal, seru Rimung Buloh dengan nada kesal yang meluap.
Ia mempertanyakan akal sehat dari kebijakan yang diterapkan pihak rumah sakit itu. “Mengapa hanya pasien rawat jalan yang dibebani syarat begini? Kalau pakai JKA tidak bisa dilayani, tapi bayar Rp100.000 langsung dibolehkan masuk Rs untuk berobat, Ini jelas bukan urusan aturan kesehatan, tetapi bentuk pembulian dan pemerasan yang disembunyikan di balik nama desil JKA!” tegasnya lantang.
Rimung Buloh melontarkan peringatan keras tanpa kompromi kepada seluruh jajaran rumah sakit:
Saya tegaskan sekali lagi: jangan main-main dengan Rimung Buloh.
Saya mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka,yang pernah menggerakkan rakyat demi Aceh merdeka.
Jangankan rumah sakit, negara pun pernah saya lawan, semua itu saya lakukan semata-mata demi membela hak rakyat yang lemah dan yang tidak berdaya.
Kini saya lanjutkan perjuangan lewat pena dan media, tapi semangatnya tak berubah sedikit pun,Kalau praktik ini masih berlanjut-masih ada pasien rawat jalan disuruh pulang, atau dipaksa beli karcis Rp100.000 supaya bisa berobat,percaya atau tidak,saya tidak akan diamkapansaja.
Saya Muhammad Alias Rimung Buloh, pasti bersuara keras ke seluruh media massa sampai kasus ini harus terungkap dan dihentikan total. Ini bukan gertakan kosong, semua sudah saya buktikan selama berjuang membela masyarakat!” pungkasnya dengan nada tegas dan tak tergoyahkan.
Ia menegaskan kembali, nyawa dan kesehatan rakyat adalah hak mutlak yang tidak boleh diperjualbelikan dengan alasan apa pun. “Rumah sakit tempat menyelamatkan nyawa, bukan tempat membuli pasien sakit.
Segera hentikan perlakuan tidak adil ini sebelum saya bertindak lebih lanjut,” tandasnya.Muhammad Alias Rimung Bulih.Media ini belum dapat mengompirmasi dengan pihak Rs.

