ACEH UTARA, ( DETIK POST.ID ) 2 Februari 2026 – Detik-detik penuh kekhawatiran menyelimuti Panglima Muda Wilayah Pasee, Pang Joni Camjempol, pada malam Selasa (2/2), saat kondisi kesehatan ibundanya, Ibu Tihasanah, tiba-tiba menurun drastis. Namun, di tengah kegelisahan itu, secercah harapan muncul berkat sentuhan kasih dan dedikasi dari tim medis RSUD Cut Meutia.
Ibu Tihasanah segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit yang telah lama menjadi tumpuan masyarakat Aceh Utara ini. Di sana, Direktur RSUD Cut Meutia, Dr. Syarifah Rohaya, SPM, bersama Kepala Bidang Keperawatan, Ns. Saiful Amri, SKEP, dan seluruh tim medis IGD, bahu-membahu memberikan penanganan terbaik.
Dengan cekatan dan penuh perhatian, tim medis melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pemeriksaan awal yang teliti, pemberian pertolongan pertama yang tepat sasaran, hingga evaluasi kesehatan menyeluruh untuk merancang rencana perawatan yang optimal.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Pang Joni Camjempol menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dr. Syarifah Rohaya, Ns. Saiful Amri, dan seluruh keluarga besar RSUD Cut Meutia. “Kami sering mendengar cerita tentang kebaikan hati tenaga medis, namun malam ini kami merasakannya sendiri. Mereka bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga pembawa kedamaian dan harapan bagi keluarga kami,” tuturnya dengan nada penuh haru.
Ia menambahkan, setiap senyum, setiap kata penyemangat, dan setiap tindakan cepat yang diberikan tim medis adalah bukti nyata bahwa di balik profesionalisme mereka, terdapat hati yang tulus dan penuh kasih sayang.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya bertumpu pada teknologi canggih dan keahlian medis semata, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, seperti kepedulian, empati, dan kasih sayang. Dedikasi tim medis RSUD Cut Meutia menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi sesama, terutama di saat-saat sulit.
Penulis>>{ Rimung }















