TAKENGON ( DETIK POST.ID ) – Untuk kedua kalinya, PGRI Cabang Linge melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT PGRI & Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 Tahun 2025 di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Pelaksanaan upacara berlangsung penuh haru dan kebanggaan setelah para peserta menanti berjam-jam di tengah cuaca hujan yang baru reda sekitar pukul 10.00 WIB.
Meski pelaksanaan upacara tampak dilakukan dengan cukup tergesa karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, momentum tahun ini terasa sangat spesial. Seluruh guru dan siswa diwajibkan mengenakan pakaian adat tradisional Kerawang Gayo, yang menjadi simbol identitas dan kebanggaan budaya lokal. Pemandangan tersebut menghadirkan suasana khidmat, penuh warna, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Upacara diikuti oleh guru dan siswa SDN 8, 9, 10 Linge, SMPN 26 Takengon, serta SMA Tgk Aman Nyerang (kelas jauh SMAN 13 Takengon). Tahun ini mereka mengusung tema nasional “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, sebagai bentuk komitmen PGRI Cabang Linge dalam memperkuat mutu pendidikan di Kecamatan Linge, khususnya wilayah Kemukiman Wihni Dusun Jamat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sekolah-sekolah di wilayah tersebut juga melaksanakan berbagai perlombaan seperti tarik tambang putra-putri antar kelas dan antar sekolah serta pertandingan bola mini, yang bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas.
Makna Filosofis Hari Guru
Peringatan HUT PGRI & HGN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi nasional.
Hari ini mengingatkan bahwa kemajuan bangsa mustahil tercapai tanpa peran guru sebagai garda terdepan pembentukan karakter, penanaman nilai moral, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis generasi muda.
Sejalan dengan perkembangan teknologi modern, guru saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan pembelajaran berbasis digital, kecerdasan buatan (AI), dan media interaktif. Namun di atas segalanya, ketulusan, integritas, dan dedikasi guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan.
Di sisi lain, masih banyak sekolah di wilayah terpencil, termasuk sekolah dalam Kemukiman Wihni Dusun Jamat, yang menghadapi keterbatasan akses fasilitas, sarana prasarana, serta kesempatan pengembangan kompetensi guru.
Harapan untuk Pemerintah
Ketua PGRI Cabang Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah dan organisasi PGRI agar memperkuat peran, perlindungan profesi, dan jaminan hukum bagi guru, serta terus memperjuangkan pemerataan sarana pendidikan dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, terutama yang bertugas di wilayah 3T.
Kami berharap agar perhatian terhadap guru di daerah 3T semakin diprioritaskan. Guru di wilayah terpencil harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang, agar mereka lebih bersemangat dan bebas berkreasi sesuai kebutuhan peserta didik,” tegas Nurdinsyah.
Ia menutup dengan pesan bahwa tidak ada pembangunan bangsa tanpa pembangunan pendidikan, dan tidak ada pendidikan tanpa guru yang dihargai dan disejahterakan.
penulis>>{ UMI }















