KEBAKARAN TANGKI PGE: APPI ACEH UTARA MENGAMUK, BPMA DICAP GAGAL, PETINGGI HARUS DIPECAT!

Lhokseumawe ( DETIK POST.ID ) – Kebakaran dahsyat yang melanda tangki penyimpanan kondensat milik PT Pema Global Energi (PGE) di Blang Lancang, Lhokseumawe, pada Selasa (25/11), telah menyulutkan api kemarahan di kalangan masyarakat Aceh Utara. Muhammad, yang akrab disapa Rimung Buloh, Ketua Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, tanpa tedeng aling-aling mengecam insiden ini sebagai bukti nyata kebobrokan manajemen dan pengawasan industri migas di Aceh.

 

Ini bukan lagi sekadar insiden, ini adalah KELALAIAN FATAL! Kelalaian yang membahayakan rakyat Aceh, lingkungan, dan masa depan kita!” teriak Rimung Buloh dengan nada berang.

 

TUNTUTAN TEGAS: NONAKTIFKAN NASRI DJALAL, AUDIT TOTAL PGE!

 

Rimung Buloh tidak hanya menuntut pertanggungjawaban, tetapi juga menyerukan tindakan tegas. Ia mendesak agar Kepala BPMA, Nasri Djalal, segera DINONAKTIFKAN dari jabatannya karena dianggap gagal total dalam menjalankan fungsi pengawasan. Selain itu, ia juga menuntut agar dilakukan AUDIT TOTAL terhadap PGE untuk mengungkap dugaan praktik-praktik yang membahayakan keselamatan dan lingkungan.

Baca Juga:  Oknum ASN Dipecat dan Divonis 1 Tahun Usai Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Puskesmas Magelang Utara

 

Nasri Djalal harus bertanggung jawab atas kelalaian ini. Dia tidak layak lagi memimpin BPMA! PGE juga harus diaudit secara menyeluruh untuk memastikan mereka beroperasi sesuai dengan standar keselamatan dan lingkungan yang berlaku,” tegasnya.

 

BPMA: LEMBAGA MANDUL, BUBARKAN SAJA!

 

Lebih lanjut, Rimung Buloh mengecam BPMA sebagai lembaga yang mandul dan tidak efektif. Ia bahkan menyerukan agar BPMA DIBUBARKAN saja jika tidak mampu menjalankan tugas pengawasan dengan benar.

 

BPMA ini hanya menghambur-hamburkan uang rakyat! Jika tidak bisa bekerja, lebih baik dibubarkan saja dan diganti dengan lembaga yang lebih kompeten dan bertanggung jawab,” cerca Rimung Buloh.

 

PGE: PRIORITASKAN KESELAMATAN, JANGAN HANYA KEJAR UNTUNG!

 

Tak hanya BPMA, Rimung Buloh juga mengecam PGE karena dinilai lebih mengutamakan keuntungan daripada keselamatan. Ia mendesak PGE untuk mengubah paradigma bisnis mereka dan memprioritaskan keselamatan masyarakat dan lingkungan di atas segala-galanya.

Baca Juga:  Konflik Lahan Geureudong Pasee Memanas, APPI Desak Presiden Turun Tangan

 

PGE harus sadar bahwa keselamatan masyarakat dan lingkungan jauh lebih penting daripada keuntungan. Jangan hanya mengejar uang, tetapi abaikan risiko yang ditimbulkan!” tudingnya.

 

MOMENTUM PERUBAHAN: SAATNYA RAKYAT ACEH KAWAL INDUSTRI MIGAS!

 

Rimung Buloh menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh untuk bersatu dan mengawal industri migas secara ketat. Ia mengajak rakyat Aceh untuk aktif mengawasi dan melaporkan segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh BPMA maupun PGE.

 

Industri migas ini adalah milik kita bersama. Kita tidak boleh membiarkan mereka merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan kita. Mari kita kawal bersama-sama!” serunya dengan semangat membara.

 

Kebakaran tangki PGE ini adalah momentum untuk melakukan perubahan mendasar dalam pengelolaan industri migas di Aceh. Jika tidak ada tindakan tegas, tragedi serupa akan terus berulang dan rakyat Aceh akan terus menjadi korban.

 

>>>>>>{ MALA }

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *