Hadirkan Nilai Kemanusian di Tengah Ramadan 2026, Rutan Kelas IIB Sumenep Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

SUMENEP, Detikpost.id – Dibalik tembok pembinaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep tumbuh nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah melalui kegiatan bakti sosial yang menyasar anak yatim dan kaum dhuafa.

 

Kegiatan yang dikemas sederhana namun sarat makna itu dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Nislianudin, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, Faruq Hanafi. Turut hadir pula jajaran pegawai Rutan Sumenep dan peserta MagangHub Batch III yang ikut menyemarakkan kegiatan sosial tersebut.

 

Rangkaian acara diawali dengan lantunan shalawat Nabi yang diiringi kesenian Al Banjari dari warga binaan. Irama rebana yang mengalun pelan menghadirkan suasana religius sekaligus menyentuh hati para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Momentum kebersamaan semakin terasa ketika santunan diserahkan kepada anak yatim dan bantuan sosial diberikan kepada kaum dhuafa. Tidak hanya itu, para petugas Rutan bersama peserta kegiatan juga membagikan takjil kepada masyarakat sekitar sebagai wujud semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

 

Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep Aditya Wahyu Rahmadani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan wajah pemasyarakatan yang lebih humanis, yang tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

 

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk menumbuhkan kepedulian. Kami ingin menghadirkan pemasyarakatan yang tidak hanya membina warga binaan di dalam, tetapi juga mampu menebar manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat di luar,” ujar Aditya Wahyu Rahmadani Sumenep dalam keterangan tertulis, Senin (16/03/2026).

 

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi sarana membangun empati dan nilai kemanusiaan, baik bagi petugas maupun warga binaan.

 

“Melalui kegiatan ini kami berharap tumbuh rasa kebersamaan dan kepedulian. Pemasyarakatan harus hadir sebagai bagian dari masyarakat, ikut berbagi, dan menebarkan kebaikan, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” lanjutnya.

 

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan antara petugas, tamu undangan, warga binaan, dan masyarakat.

 

Dengan kegiatan itu diharapkan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tetap dapat tumbuh subur bahkan dari tempat yang tak banyak orang sangka. Ramadan pun kembali mengajarkan bahwa berbagi menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan hati siapa saja dan dimana saja.

 

Mulyadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *