Sampang- detikpost.id – Seorang warga Sampang Rusli ( 53 ) beralamat dusun sombernangah desa tlagah kecamatan Banyuates kabupaten Sampang, melaporkan warga setempat, Sahrawi ( 50 ) dan Sandi ( 35 ), yang diduga melakukan tindakan penganiayaan dan ancaman secara fisik terhadap dirinya, Jum’at ( 28 /08/2026 ).
Kejadian tindak dugaan penganiayaan dan ancaman terhadap dirinya sekira hari selasa, jam 16.30 WIB. Dirumah salah satu tokoh agama / ulama setempat.
Terjadinya dugaan penganiayaan dan ancaman tersebut dikala dirinya sedang bertamu di rumahnya salah satu tokoh agama / ulama setempat yakni ustadz Mat Naji.
Menurut keterangan korban, Rusli (53), saat bertamu ke rumah ustadz Naji, dirinya awalnya aman aman saja, namun tiba tiba suasana berubah gaduh dan tegang, dikala datang pelaku yang bernama Sahrawi, tanpa basa basi, membuka maskernya lalu meludah dan menampar serta membogem saya.
” Pelaku datang tiba tiba, tanpa basa basi, membuka masker kemudian meludahi saya, menampar muka dan membogem saya,” tuturnya.
Peristiwa pemukulan dan penamparan ini, membuat saya terkejut dan merasa heran, pasalnya saya sedang bertamu dan tidak mempunyai musuh.
Belum selesai dari rasa terkejut, situasi bertambah tegang, dikala datang lagi pelaku yang bernama Sandi, tiba tiba mengeluarkan clurit lalu dia membacok saya, tapi untungnya tidak kena.
” Belum lepas dari rasa terkejut saya, tiba tiba datang pelaku lain yang bernama Sandi, membawa senjata tajam, clurit, mencoba membacok kearah saya namun tidak kena,” ucapnya.
Beruntung kejadian penganiayaan dan pemukulan serta pembacokan ini berhasil di hentikan oleh warga yang sedang melihat kejadian tersebut.
Lebih lanjut, Rusli mengatakan, tidak cukup sampai di pemukulan dan penamparan, kedua pelaku, yakni mengancam secara verbal.
” Akan ku bunuh kamu nanti,” ucap Rusli saat menirukan ucapan Sahrawi.
Kemudian Rusli melanjutkan dan menirukan kata kata ancaman yang di lontarkan Sandi yang ternyata anaknya Sahrawi.
” Lihat ya nanti, akan aku tembak kamu,” katanya.
Menurutnya, semua perbuatan kedua pelaku, di rasa bukan kebetulan semata atau spontanitas, namun menurutnya, sudah direncanakan oleh kedua pelaku.
Masih menurut keterangan Rusli, indikasi peristiwa tersebut, kemungkinan masih berhubungan masalah keluarga, dimana sandi belum lama bercerai dengan istrinya.
” Peristiwa ini kemungkinan ada kaitannya masalah keluarga, dimana istri sandi yang di ceraikan, masih keponakan istri saya,” tuturnya.
Lebih jauh, Rusli menjelaskan, merasa dirinya dan keselamatan keluarganya terancam, maka atas kejadian tersebut, peristiwa dugaan penganiayaan dan pengancaman secara fisik tersebut di laporkan pada aparat penegak hukum ( APH ). Yakni Polsek Banyuates.
Ketika media ini mengkonfirmasi ke Kapolsek Banyuates yakni, Iptu Siswanto atas peristiwa dugaan tindakan penganiayaan dan ancaman tersebut melalui sambungan WhatsApp nya, membenarkan.
” iya mas , benar ada pelaporan peristiwa tersebut,” jawabnya singkat.
Penulis : Soleh
Editor : redaksi
Publiser: detikpost.id


