SUMENEP, Detikpost.id – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Raya Manding, Kabupaten Sumenep, akibat tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Insiden yang terjadi pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 21.00 WIB itu menyebabkan seorang perempuan asal Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, terjatuh dari sepeda motornya hingga tidak sadarkan diri selama kurang lebih 15 menit.
Kecelakaan tersebut terjadi di sebelah utara pabrik air, Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep. Beruntung, saat korban terjatuh tidak ada kendaraan roda empat yang melintas di lokasi sehingga tidak terjadi kecelakaan beruntun.
Korban kemudian dievakuasi oleh keluarganya ke Puskesmas Rubaru untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang saksi mata mengaku bersyukur karena tidak ada kendaraan lain yang melintas saat kejadian. Ia menyebut korban sempat tidak sadarkan diri selama hampir 15 menit.
“Alhamdulillah masih selamat dan tidak ada mobil yang melintas. Korban sempat tidak sadarkan diri hampir 15 menit,” ujarnya.
Peristiwa tersebut kembali menjadi sorotan karena kecelakaan akibat tumpahan solar di sepanjang Jalan Raya Manding diduga kerap terjadi. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Ketua Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Igusty Madani, mendesak pemerintah daerah, kepolisian, dan DPRD segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya melalui koordinasi dan pernyataan. Pihak terkait harus turun langsung ke lapangan untuk memeriksa titik-titik rawan serta mencari sumber tumpahan solar.
“Polresta Sumenep, dinas terkait, dan Komisi III DPRD harus segera berkoordinasi, turun langsung melakukan inspeksi, serta mencari solusi permanen. Ini menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat,” tegasnya.
Igusty juga meminta seluruh SPBU di Kabupaten Sumenep, khususnya yang melayani pengisian solar, untuk dievaluasi. Salah satu hal yang perlu ditelusuri adalah dugaan pengisian BBM melebihi kapasitas tangki kendaraan yang berpotensi menyebabkan solar tumpah ke jalan.
“Seluruh SPBU harus dipanggil dan dievaluasi. Pengisian solar harus sesuai kapasitas tangki kendaraan. Jangan sampai kelalaian dalam proses pengisian justru membahayakan pengguna jalan lainnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep, Ir. Slamet Supriyadi, S.T., M.Si., saat menerima pengurus JSI di ruang kerjanya pada Selasa (27/10/2026), menyampaikan bahwa pihaknya akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh SPBU agar tidak mengisi BBM melebihi kapasitas tangki kendaraan.
“Akan segera kami buat surat edaran berupa imbauan ke semua SPBU di Sumenep untuk tidak mengisi BBM lebih dari kapasitas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kelayakan kendaraan perlu menjadi perhatian melalui pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR. Persoalan tersebut, menurutnya, perlu dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep.
Dalam perkembangan selanjutnya, Supriyadi mengonfirmasi kepada redaksi melalui WhatsApp bahwa surat edaran tersebut telah disampaikan kepada seluruh SPBU, baik melalui grup WhatsApp maupun dalam bentuk dokumen cetak.
“Surat edaran sudah kami sampaikan ke SPBU-SPBU. Bahkan sudah kami bagikan melalui grup WhatsApp SPBU dan hard copy-nya juga sudah disampaikan ke masing-masing SPBU,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat, Kendri. Ia mengatakan kecelakaan akibat tumpahan solar di sekitar utara pabrik air Desa Kebunan bukan kali pertama terjadi.
Sekitar 10 hari sebelumnya, salah seorang keluarganya juga mengalami kecelakaan tunggal di kawasan tersebut hingga mengalami luka pada bagian dahi dan harus mendapatkan jahitan.
“Sering terjadi kecelakaan tunggal, Mas. Terutama di utara pabrik air itu. Sepuluh hari lalu saudara saya sendiri juga mengalami kecelakaan, sampai bagian dahinya harus dijahit,” tuturnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Kendri menduga tumpahan solar tersebut berkaitan dengan kendaraan pikap atau truk yang mengisi BBM melebihi kapasitas. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Persoalan ini sebelumnya juga telah mendapat perhatian Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, M. Muhri, S.Th.I. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Kamis (1/10/2026), ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Disperkimhub dan Polresta Sumenep untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Kami akan segera koordinasi dengan pihak Disperkimhub dan Polresta Sumenep. Selanjutnya, kami akan turun langsung ke lokasi untuk melihat titik-titiknya dan melakukan kajian,” ujarnya.
Namun, hampir satu bulan setelah pernyataan tersebut, kecelakaan akibat tumpahan solar kembali terjadi. Kondisi ini mendorong warga Manding, Ramzi, meminta para wakil rakyat segera merealisasikan langkah nyata untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami tidak membutuhkan teori atau sekadar pernyataan. Kami membutuhkan wakil rakyat yang responsif, langkah konkret, dan solusi agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Keselamatan pengendara harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Lima Titik Rawan Kecelakaan
Berdasarkan informasi dan keluhan warga, sedikitnya terdapat lima lokasi di sepanjang Jalan Raya Manding yang perlu mendapat perhatian serius karena kerap dikeluhkan sebagai titik rawan kecelakaan akibat tumpahan solar, yakni:
1. Sebelah utara SPBU Pomolokan, tepatnya di sekitar Masjid Fatimah.
2. Sebelah utara Warung Sabiya, tepatnya di kawasan pabrik air Desa Kebunan.
3. Depan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Lalangon.
4. Tikungan tajam sebelum Kantor Pertanian Desa Giring.
5. Tikungan tajam di sebelah barat SMP Negeri 1 Manding, Desa Manding Laok.
Rentetan kecelakaan tersebut menjadi peringatan bahwa persoalan tumpahan solar di Jalan Raya Manding membutuhkan penanganan serius dan terpadu.
Pemerintah daerah, kepolisian, Disperkimhub, pengelola SPBU, serta DPRD diharapkan segera melakukan pemeriksaan lapangan, mengidentifikasi sumber tumpahan, dan memastikan langkah pencegahan berjalan efektif.
Sementara menunggu penanganan dari pihak berwenang, pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi lima titik rawan tersebut. Sebab, tumpahan solar yang terlihat sepele dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan berujung pada kecelakaan yang mengancam keselamatan jiwa.












