Sampang – detikpost.id – Unit Pelaksana Teknis Daerah ( UPTD ) lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sreseh melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) dengan tema membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar dan menciptakan lingkungan sekolah ramah anak, tahun ajaran2026- 2027, Senin (13/07/2026).
Menurut kepala sekolah SMAN 1 Sreseh Edi Sasmito M.Pd melalui guru bidang kesiswaan Agus Wahyudi SE, saat di temui di sekolahan mengatakan pada media ini, sman 1 sreseh di tahun ajaran 2026- 2027 ini mendapatkan murid 163 siswa yang di bagi dalam lima rombongan belajar (ROMBEL).
” SMAN 1 Sreseh di tahun ajaran 2026/2027 ini mendapatkan siswa baru sebanyak 163 orang, dan di bagi lima Rombel, ” tuturnya.
Lebih lanjut Agus, panggilan akrabnya menuturkan, peningkatan jumlah murid di tahun ini, berkat koordinasi dan kerjasama antara dewan guru, komite dan wali murid dalam mengkolaborasikan pengalaman, kompetensi serta sosialisasi terkait keunggulan lembaga pendidikan SMAN 1 ini, sehingga mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar.
” Penambahan murid di tahun ajaran 2026/2027 merupakan kerja keras bersama dalam meningkatkan pelayanan dan kompetensi semua dewan guru, termasuk sosialisasi yang selama ini di lakukan kita bersama, yang melibatkan , komite, dewan guru dan wali murid, serta masyarakat,”ucapnya.
Sedangkan kegiatan MPLS ini bertujuan:
1. Membentuk murid beradaptasi mengenal lingkungan sekolah.
2.mengenalkan budaya,.
3. Mengenalkan tata tertib.
4. Mengenalkan budaya sekolah.
5.Menumbuhkan karakter dan profil pelajar Indonesia.
6. Mengembangkan potensi dan kemandirian peserta didik.
7. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
” Tujuan MPLS di sekolah adalah, membentuk mengenal lingkungan sekolah, budaya, tata tertib dan budaya sekolah, menumbuhkan karakter, profil pelajar Indonesia, serta mengembangkan potensi, kemandirian peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa” tuturnya.
Lebih lanjut, ia, menjelaskan, pelaksanaan di MPLS ini dilakukan selama lima hari, sejak Minggu pertama masuk sekolah, yang berorientasi pada pengalaman yang positif serta mengedepankan perlindungan anak.
Ada beberapa prinsip MPLS yang harus diajarkan kepada siswa yakni:
1.Ramah.
2. Aman.
3. Inklusif,.
4. Edukatif.
5. Menyenangkan yang berpusat pada anak atau siswa.
” MPLS dilakukan pada Minggu pertama sejak masuk sekolah, juga berorientasi pada pengalaman yang positif yang selaras dengan prinsip dasar MPLS itu sendiri, yakni: ramah, aman, inklusif edukatif dan menyenangkan siswa,” jelasnya.
Guru bidang kesiswaan sekolah menengah atas negeri 1 Sreseh yang berpenampilan kalem ini, mengajak orang tua dan wali murid untuk bersinergi dengan pihak sekolah selama MPLS berlangsung, sebab peran orang tua atau wali murid sangatlah penting dalam mendukung berlangsungnya proses MPLS, orang tua juga bisa mengawasi, mendampingi serta melaporkan jika terjadi pelanggaran.
” Fungsi orang tua sangatlah penting dalam proses MPLS ini, sebab orang tua, bisa mengawasi mendampingi dan melaporkan bila terjadi pelanggaran terhadap anak,” ucapnya.
Lebih jauh,Agus menjelaskan, dalam MPLS tersebut ada budaya positip yang lebih di kenal dengan 5 S, yakni:
1.Senyum
2. Salam
3. Sapa
4. Sopan
5. Santun serta tidur cepat
Dan ada tujuh gerakan kebiasaan hebat yang harus di terapkan pada anak, diantaranya:
1.anak harus bangun pagi
2.Beribadah
3.Makan sehat dan bergizi
4..Gemar belajar
5.Bermasyarakat
6.Suka menolong
7.Tidur cepat.
” MPLS disampang pengenalan lingkungan sekolah yang ramah, aman, inklusif, edukatif dan menyenangkan juga menerapkan kebiasaan tujuh gerakan anak hebat yakni, bangun pagi, rajin ibadah, makan makanan sehat, bergizi, gemar belajar, suka menolong dan tidur dengan cepat,” pungkasnya.
Penulis : Soleh
Editor. : redaksi
Sumber: detikpost.id



