Satu Muhammad Ditemukan Meninggal di Air Terjun 7 Bidadari, Satu Korban Lagi dengan Nama yang Sama Masih Dicari

Aceh Utara ( DetikPost.id ) – Upaya pencarian terhadap dua remaja yang dilaporkan hilang di kawasan objek wisata Air Terjun 7 Bidadari, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya membuahkan hasil pada Jumat, 26 Juni 2026. Namun, operasi penyelamatan ini diselimuti kabar duka.

 

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan salah satu korban dalam kondisi sudah meninggal dunia atas nama Muhammad.

 

Berdasarkan liputan langsung wartawan DerapKeadilan.com, Iskandar, yang berada di lokasi kejadian, jasad korban berhasil dievakuasi dari pedalaman hutan dengan medan yang cukup berat. Setelah berhasil dikeluarkan dari area hutan, jenazah almarhum Muhammad langsung dibawa ke Puskesmas Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara untuk dilakukan pemeriksaan medis awal.

 

Setelah melalui penanganan di Puskesmas, jenazah almarhum langsung dipulangkan ke rumah duka di Desa Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat segera dimakamkan.

 

Satu Korban Bernama “Muhammad” Lainnya Masih dalam Pencarian

 

Wartawan DerapKeadilan.com, Iskandar, melaporkan bahwa operasi pencarian di lokasi kejadian masih terus berlangsung. Pasalnya, satu korban remaja lainnya yang dilaporkan hilang secara bersamaan ternyata memiliki nama panggilan yang sama, yaitu Muhammad. Korban kedua ini hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan dibantu warga setempat.

Baca Juga:  18 Perkara Qanun Gampong di Aceh Terancam Mati Suri, Pemerhati Sosial Soroti Minimnya Implementasi

 

Kedua remaja yang hilang ini memang memiliki nama panggilan yang sama, yaitu Muhammad. Hari ini, satu korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sudah dievakuasi ke Puskesmas Geureudong Pase. Sementara itu, satu Muhammad lainnya masih dalam pencarian di sepanjang aliran sungai air terjun,” jelas Iskandar langsung dari lapangan.

 

Medan Pencarian Sangat Menantang

 

Lokasi Air Terjun 7 Bidadari yang berada jauh di dalam kawasan hutan belantara Kecamatan Geureudong Pase membuat proses pencarian dan evakuasi menghadapi kendala geografis yang sangat ekstrem.

 

Tim SAR Gabungan dan relawan harus melewati jalur tanah berlumpur, tebing curam yang licin, serta menyeberangi arus sungai yang deras di bawah air terjun bertingkat tersebut. Selain kendala fisik lapangan, minimnya jaringan komunikasi di area tersebut juga menjadi hambatan tersendiri dalam koordinasi pencarian korban kedua.

 

Hingga saat ini, pihak keluarga korban kedua dan masyarakat masih bertahan di posko pencarian, berharap korban Muhammad yang kedua dapat segera ditemukan oleh tim gabungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *