SUMENEP, Detikpost.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan advokasi melalui Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka mengatasi penolakan terhadap program imunisasi di wilayah Kecamatan Kalianget. Kegiatan tersebut berlangsung di Puskesmas Kalianget pada Rabu, 6 Mei 2026.
FGD ini menghadirkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), tim imunisasi, UNICEF, Kapolsek, Koramil, IGTKI, HIMPAUDI, IGRA, pengawas pendidikan SD, organisasi perempuan seperti Fatayat, Muslimat, dan Aisyiyah, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Kalianget.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan lintas sektor dalam menyukseskan program imunisasi, sekaligus mengurangi penolakan yang masih terjadi di masyarakat.
“Program imunisasi merupakan upaya penting dalam melindungi kesehatan anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah. Karena itu, diperlukan dukungan dan keterlibatan semua pihak agar masyarakat semakin memahami pentingnya imunisasi,” ujarnya.
Menurutnya, melalui forum advokasi tersebut, seluruh peserta diajak membangun kesamaan persepsi terkait pentingnya imunisasi serta menyusun langkah konkret sesuai kewenangan masing-masing sektor.
FGD ini bertujuan untuk melakukan advokasi program imunisasi, membangun komitmen bersama lintas sektor, serta menyusun rencana tindak lanjut dukungan yang ditandai dengan penandatanganan simbolis komitmen bersama guna menyukseskan program imunisasi di Kecamatan Kalianget.
Dari hasil kegiatan tersebut, terbentuk komitmen dukungan dari masing-masing lintas sektor sesuai tugas dan kewenangannya. Selain itu, hasil FGD juga akan dijadikan bahan evaluasi dalam mini lokakarya bulanan Puskesmas guna meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah Kecamatan Kalianget.
Sinergi yang telah dibangun dalam forum tersebut, diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat sehingga angka penolakan imunisasi dapat ditekan dan cakupan imunisasi di Kabupaten Sumenep terus meningkat.



