Aceh Timur ( DETIK POST.ID ) — Kisruh yang terjadi di Gampong Keude Kemuneng, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, menjadi sorotan masyarakat. Hal ini terkait pembangunan Gedung Ketahanan Pangan yang diduga terbengkalai dan belum rampung hingga saat ini.
Sejumlah warga Keude Kemuneng mempertanyakan penggunaan anggaran desa serta kualitas pembangunan pada masa kepemimpinan Keuchik Muhammad Idris, yang menjabat pada periode 2019–2025.
Warga mengaku telah melayangkan pengaduan kepada pihak Kecamatan Idi Tunong hingga instansi berwenang di tingkat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Namun, menurut warga, laporan tersebut belum mendapatkan respons yang jelas.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aduan tersebut menyangkut sejumlah belanja desa, termasuk pembangunan gedung yang bersumber dari anggaran ketahanan pangan tahun 2024 senilai Rp114.000.000.
Pembangunan gedung itu menggunakan anggaran tahun 2024 dan sampai sekarang belum selesai. Kinerja yang kami nilai buruk ini sudah dilaporkan warga sejak beberapa tahun lalu, tetapi belum terlihat adanya tindak lanjut dari pihak berwenang,” ujarnya.
Warga juga berharap adanya keterbukaan informasi dari pihak kecamatan terkait laporan yang telah mereka sampaikan.
Menanggapi hal tersebut, mantan Keuchik Keude Kemuneng, Muhammad Idris, membenarkan bahwa pembangunan gedung ketahanan pangan tersebut menggunakan anggaran tahun 2024 sebesar Rp114.000.000.
Namun, menurutnya, anggaran tersebut masih harus dipotong pajak dan biaya teknis lainnya, seperti Tim Pengelola Kegiatan (TPK) serta penyusunan laporan dan RAB, sehingga dana yang tersisa sekitar Rp94.050.000.
“Gedung tersebut dibangun dengan ukuran 8,5 x 8,5 meter. Pada Februari 2025 saya sudah tidak lagi menjabat sebagai keuchik dan digantikan oleh Penjabat (PJ) dari pihak kecamatan,” jelas Muhammad Idris.
Sementara itu, Camat Idi Tunong, Baihaqi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, menyampaikan bahwa pihak Muspika telah melakukan monitoring dan evaluasi ke Gampong Keude Kemuneng.
Ia mengatakan bahwa pembangunan gedung tersebut telah menjadi catatan pihak kecamatan. Setelah masa jabatan keuchik berakhir pada 2025, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh PJ. Namun, rencana kelanjutan pembangunan gedung terkendala karena adanya kebutuhan desa yang dinilai lebih mendesak.
Pembangunan gedung akan dilanjutkan pada anggaran tahun 2026. Gedung tersebut dibangun sesuai dengan anggaran yang tersedia, yakni sekitar Rp94.050.000. Untuk menyelesaikannya dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp120.000.000, belum termasuk pajak,” ujar Baihaqi.
Namun demikian, Baihaqi juga menyebutkan bahwa anggaran Dana Desa tahun 2026 telah mengalami pemotongan untuk pembangunan gedung koperasi desa (Kopdes).
Di akhir keterangannya, Camat Idi Tunong mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun desa melalui musyawarah.
Saya berharap kepada seluruh masyarakat Kecamatan Idi Tunong, mari kita sama-sama memajukan desa. Jika ada permasalahan, mari kita duduk bersama dan menyelesaikannya dengan musyawarah,” pungkasnya.
Penulis>>{ Rimung }















