Water Canon Andalan Polres Lhokseumawe Dikerahkan Bersihkan Sekolah dan Masjid Pascabanjir

LHOKSEUMAWE ( DETIK POST.ID ) – Polres Lhokseumawe mengerahkan kendaraan taktis water canon sebagai andalan untuk membersihkan sekolah dan masjid yang terdampak lumpur pascabanjir di sejumlah wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

 

Penggunaan water canon ini dinilai sangat efektif dalam mempercepat proses pembersihan lumpur yang menutupi halaman, ruang kelas, serta area masjid, sehingga fasilitas pendidikan dan rumah ibadah dapat segera kembali digunakan oleh masyarakat.

 

Dengan semburan air bertekanan tinggi, personel Polres Lhokseumawe secara bergotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengendap akibat banjir. Langkah ini menjadi solusi di tengah keterbatasan alat berat serta minimnya sarana pembersihan di lokasi terdampak.

Baca Juga:  Ribuan Pemudik Kepulauan Padati Area Pelabuhan Kalianget, Plt Disperkimhub Sumenep Pastikan Pemberangkatan Lancar

 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.I.K., M.S.M., M.H melalui Kasat Sabhara IPTU Jufri menyampaikan bahwa pemanfaatan water canon merupakan bentuk respons cepat Polri dalam mendukung pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan dan keagamaan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

 

Sekolah dan masjid adalah pusat aktivitas masyarakat. Kami berupaya semaksimal mungkin agar tempat-tempat ini dapat segera bersih dan kembali difungsikan,” ujar Kasat Sabhara saat gotong royong di TK Pembina Muara Batu, senin (5/1/2026).

Baca Juga:  Ribuan Porsi Makan Bergizi Gratis Disalurkan di Ngadirojo, Polisi Pastikan Aman dan Tepat Sasaran

 

Kegiatan pembersihan ini tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan menyasar beberapa sekolah dan masjid di wilayah terdampak banjir. Personel Polres Lhokseumawe juga dibantu oleh masyarakat setempat yang turut bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar.

 

Melalui pengerahan water canon ini, Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam tugas-tugas kemanusiaan saat bencana melanda.

 

>>>>>>{ rimung }

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *