ACEH TIMUR, ( DETIK POST.ID ) – Keluhan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Beunot, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur semakin menguat. Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya melaporkan kepada awak media Detik Post.id mengklaim bahwa bantuan yang diterima siswa hanya senilai Rp15.000 untuk tiga hari, yang dianggap sangat tidak wajar dan menduga adanya praktik mengambil keuntungan di balik pelaksanaan program MBG tersebut.
Padahal program ini seharusnya memberikan makanan bergizi yang memenuhi standar, bukan hanya diberikan uang dalam jumlah yang sangat minim seperti ini. Untuk tiga hari cuma Rp15.000, bagaimana bisa mencukupi kebutuhan gizi anak-anak kita,” ujar warga tersebut dalam laporannya kepada detikpost.id.
Warga juga menegaskan bahwa kondisi ini jauh berbeda dengan peluncuran program pada 22 September 2025 silam, di mana siswa menerima makanan langsung berupa nasi, ayam semur, tempe goreng, tumis labu siam, dan buah anggur. Menurut standar Badan Gizi Nasional (BGN), alokasi anggaran per siswa per hari untuk MBG seharusnya memenuhi kebutuhan biaya bahan makanan yang cukup untuk menyediakan porsi bergizi.
Selain meminta pihak berwenang segera melakukan pengecekan langsung ke dapur pembuatan MBG dan lokasi penyimpanan anggaran, warga juga mengajukan permintaan agar dilakukan pemeriksaan keuangan terhadap penggunaan dana MBG di wilayah tersebut. Mereka mendesak agar ada transparansi penuh terkait alokasi dan penggunaan anggaran, serta penindakan tegas jika ditemukan adanya penyalahgunaan atau korupsi.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara Yayasan Aura Aira Bergizi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim adanya pelecehan keuangan dan pemberian bantuan yang dianggap tidak sesuai. Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengambil langkah untuk menyelidiki kasus ini dan memastikan bahwa program MBG kembali berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu meningkatkan gizi dan kesehatan siswa.
Penulis>{ Rimung }

