UPTD SMPN 1 Sreseh Lakukan MPLS Membangun Karakter Tumbuhkan Semangat Belajar Dan Ciptakan Lingkungan Sekolah Positif 2026

Caption: pelaksanaan MPLS SMPN 1 Sreseh ( dok: Soleh/ detikpost.id)

Sampang – detikpost.id – Unit Pelaksana Teknis Daerah ( UPTD ) lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMPN ) 1 Sreseh melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) ramah, aman, inklusif dan menyenangkan dengan tema membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar dan menciptakan lingkungan sekolah yang positif sejak hari pertama, tahun ajaran 2026- 2027, Senin (13/07/2026).

Menurut kepala sekolah SMPN 1 Sreseh, Sukamto M.Pd, saat di temui di ruangan kerjanya mengatakan pada media ini, SMPN 1 Sreseh di tahun ajaran 2026- 2027 ini mendapatkan murid 68 siswa yang di bagi dalam tiga rombongan belajar (ROMBEL).

Kegiatan MPLS ini bertujuan, membentuk murid beradaptasi membentuk mengenal lingkungan sekolah, mengenalkan budaya, tata tertib, dan budaya sekolah, menumbuhkan karakter dan profil pelajar Indonesia, mengembangkan potensi dan kemandirian peserta didik, menciptakan lingkungan sekolah yang ama dan nyaman.

” Tujuan MPLS di sekolah adalah, membentuk mengenal lingkungan sekolah, budaya, tata tertib dan budaya sekolah, menumbuhkan karakter, profil pelajar Indonesia, serta mengembangkan potensi, kemandirian peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa” tuturnya.

Lebih lanjut, Sukamto, menjelaskan, pelaksanaan di MPLS ini dilakukan selama lima hari, sejak Minggu pertama masuk sekolah, yang berorientasi pada pengalaman yang positif serta mengedepankan perlindungan anak.

Baca Juga:  Lomba Open Water Swimming: Perkuat Sinergi TNI dengan Pemda Maluku Utara

Ada beberapa beberapa prinsip MPLS yang harus diajarkan kepada siswa yakni: ramah , aman, inklusif, edukatif serta menyenangkan yang berpusat pada anak atau siswa.

” MPLS dilakukan pada Minggu pertama sejak masuk sekolah, juga berorientasi pada pengalaman yang positif yang selaras dengan prinsip dasar MPLS itu sendiri, yakni , ramah, aman, inklusif edukatif dan menyenangkan siswa,” jelasnya.

Kepala sekolah yang berpenampilan kalem ini, mengajak orang tua dan wali murid untuk bersinergi dengan pihak sekolah selama MPLS berlangsung, sebab peran orang tua atau wali murid sangatlah penting dalam mendukung berlangsungnya proses MPLS, orang tua juga bisa mengawasi, mendampingi serta melaporkan jika terjadi pelanggaran.

” Fungsi orang tua sangatlah penting dalam proses MPLS ini, sebab orang tua , bisa mengawasi mendampingi dan melaporkan bila terjadi pelanggaran terhadap anak,” ucapnya.

Lebih jauh, Sukamto menjelaskan, dalam MPLS tersebut ada budaya positip dan ada tujuh gerakan kebiasaan hebat yang harus di terapkan pada anak, diantaranya, anak harus bangun pagi, beribadah, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, suka menolong dan tidur cepat.

” MPLS disampang pengenalan lingkungan sekolah yang ramah, aman, inklusif , edukatif dan menyenangkan juga menerapkan kebiasaan tujuh gerakan anak hebat yakni, bangun pagi, rajin ibadah, makan makanan sehat, bergizi, gemar belajar, suka menolong dan tidur dengan cepat,” pungkasnya.

Penulis : Soleh
Editor. : redaksi
Sumber: detikpost.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *