Sampang – detikpost.id – Nelayan Desa Noreh melaksankan pesta rakyat petik laut dalam rangka tasyakuran dermaga,sebagai bentuk wujud syukur atas limpahan rezeki, hasil tangkapan nelayan yang melimpah serta ajang silaturahim antar nelayan dalam mempererat rasa toleransi dan kebersamaan, Senin ( 13/07/2026 ).
Dalam pesta rakyat petik laut ini masyarakat dusun anjul desa Noreh kecamatan Sreseh menyambut gembira dan antusias yang sangat luar biasa, pasalnya, semua nelayan saling bekerjasama dan saling membantu dalam menyukseskan pelaksanaan petik laut tersebut.
Hal ini menandakan rasa kebersamaan dan tolong menolong diantara mereka tetap terjaga, walaupun udah memasuki zaman digitalisasi sekarang ini.
Acara petik laut di kemas dengan berbagai macam acara, seperti Khotmil Qur’an, Macopat ( membaca kitab kuno dalam versi lama), dan hiburan Orjen di malam harinya.
Menurut ketua panitia pelaksana, ustad Mukti, pelaksanaan petik laut / rokat tasek ini, sebagai bentuk wujud syukur para nelayan kepada Alloh SWT, atas hasil tangkapan ikan yang melimpah di dusun anjul desa Noreh Sreseh – Sampang ini.
” Perayaan petik laut ini merupakan wujud syukur kepada Allah SWT, atas limpahan rezeki kami masyarakat nelayan ,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mukti, yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat menjelaskan, kegiatan petik laut ini terlaksana atas kesepakatan nelayan di desanya, dan insyaallah kegiatan petik laut ini, akan di laksanakan rutin setiap tahunnya.
“Acara petik laut ini nantinya akan dijadikan agenda rutin setiap tahunnya, dan juga ingin melestarikan tradisi budaya, yang sudah turun temurun dari leluhur kita,” tuturnya.
Di tempat yang sama, salah satu masyarakat anjul, Safiul, mengatakan pada media ini, bahwa rokat tasek atau petik laut ini sangat baik, sebab bisa dijadikan sarana berkumpul dan bersilaturahmi antar nelayan, dalam memperkuat dan mempererat hubungan persaudaraan antar sesama.
” Petik laut ini, jadi sarana berkumpul masyarakat, dalam membangun hubungan persaudaraan antar sesama, dalam mempererat tali silaturahmi, ditengah kesibukan masing masing,”ucapnya.
Acara petik laut atau rokat tasek ini, berlangsung sederhana namun penuh kekompakan, memasuki puncak acara, dilakukan pelepasan pitek ” Larung Sesaji” dimana Larung sesaji adalah pelepasan miniatur perahu yang terbuat dari rakitan bambu yang menyerupai perahu kecil, dengan bermacam macam hiasan, diantaranya: jajanan tradisional, hiasan kepala kambing, layar, bendera, kemudi dan lain lain.
Pelepasan Larung sesaji ketengah laut, di iringi oleh puluhan perahu nelayan, sebagai bentuk apresiasi dan rasa toleransi antar sesama nelayan, wujud kegembiraan bersama dan rasa syukur kepada yang maha kuasa, dengan harapan di tahun yang mendatang, di limpahkan lebih banyak lagi rezeki dan hasil tangkapan laut, serta memanjatkan doa selamat bagi semua nelayan khususnya nelayan di pesisir anjul noreh sreseh Sampang.
“Kita memohon dan berdoa, semoga kedepannya seluruh nelayan di pesisir anjul noreh sreseh Sampang di beri kesehatan dan keselamatan serta di limpahkan rezeki yang lebih melimpah, barokah,” pungkasnya.
Pelaksanaan petik laut atau rokat tasek di dusun anjul,desa Noreh, kecamatan sreseh, kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berlangsung lancar, aman, tertib dan kondusif dalam suasana kesederhanaan namun penuh kekompakan.
Penulis : Soleh
Editor : redaksi
Sumber: detikpost.id

