TIM SAR LHOKSEUMAWE KLARIFIKASI PEMBERITAAN “NONGKRONG DI WARUNG KOPI”! Ini Penjelasan Lengkap Satgas!

ACEH UTARA, (DETIK POST.ID) – Satuan Tugas (Satgas) Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kota Lhokseumawe memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang tayang di media Detikpost.id dengan judul “TRAGEDI LANCOK WARGA TENGGELAM: TIM SAR SANTAI NONGKRONG DI WARUNG KOPI, KAPOLSEK BAYU, ANGGOTA KORAMIL, KOMANDAN AIRUT LHOKSEUMAWE & WARGA SIBUK CARI KORBAN!”. Klarifikasi ini terkait dengan kasus tenggelamnya Rajulul Aula (15), siswa SMP asal Desa Blang Bayu, pada Jumat (13/2/2026) di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

 

Melalui rilis resminya, Satgas SAR Kota Lhokseumawe menyampaikan beberapa poin penting untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 

Klarifikasi Identitas Wartawan dan Permohonan Maaf

Satgas SAR Kota Lhokseumawe mengapresiasi Detikpost.id yang telah mengklarifikasi bahwa wartawan yang melakukan liputan telah memperkenalkan diri secara jelas dan menggunakan baju dengan pin Persatuan Editor Sumber Radio (PESR) sebagai tanda identitas media. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan informasi sebelumnya mengenai identifikasi wartawan.

 

Kronologi Kejadian dan Koordinasi dengan Instansi Terkait

Satgas SAR Kota Lhokseumawe menjelaskan bahwa peristiwa tenggelam terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka menerima informasi pertama dari Geuchik pada pukul 18.45 WIB dan segera meneruskannya ke Satgas SAR Kabupaten Aceh Utara serta Pos Basarnas Bireuen, mengingat lokasi kejadian termasuk wilayah kerja kedua instansi tersebut. Pada pukul 19.15 WIB, setelah mendapat panggilan kembali, tim SAR Kota Lhokseumawe mengirimkan 6 personel yang dipimpin langsung oleh Kasatgas SAR Kota Lhokseumawe.

Baca Juga:  Polres Purworejo Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Ditangkap Usai Gadaikan Motor Curian di Medsos

 

Keterbatasan Peralatan dan Prioritas Keselamatan Personel

Satgas SAR Kota Lhokseumawe mengakui adanya keterbatasan peralatan yang disebutkan dalam berita. Peralatan Water Rescue dan Under Water Rescue milik mereka dalam kondisi rusak berat dan masih menunggu anggaran hibah dari Pemerintah Kota Lhokseumawe yang belum teralisasi. Langkah ini diambil demi keselamatan personel penyelamat, mengingat Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian malam hari mengharuskan peralatan khusus agar operasi berjalan aman.

 

Klarifikasi Klaim “Nongkrong di Warung Kopi”

Satgas SAR Kota Lhokseumawe mengklarifikasi klaim bahwa mereka “nongkrong di warung kopi”. Mereka menjelaskan bahwa setelah tiba di lokasi, sebagian personel melakukan koordinasi dengan Geuchik, pihak kepolisian, Koramil, keluarga korban, dan tokoh masyarakat di sekitar area tersebut. Sementara sebagian lainnya menemani warga yang melakukan pencarian menggunakan jaring. Selang 15 menit kemudian, korban berhasil ditemukan oleh warga. Saat itu, Tim Pos Basarnas Bireuen terjebak kemacetan di Jembatan Kutablang Bireuen, sedangkan Satgas SAR Aceh Utara masih dalam perjalanan.

Baca Juga:  Gemilang! Polres Sragen Terbaik Pertama Kinerja Anggaran Pagu Besar di KPPN Sragen

 

Kontribusi dalam Evakuasi dan Penyerahan Jenazah

Setelah korban ditemukan, personel SAR Kota Lhokseumawe membantu proses evakuasi menggunakan kendaraan milik satgas, bersama dengan pihak kepolisian dan Koramil. Keluarga korban menolak pemeriksaan awal (visum) di lokasi, sehingga jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga.

 

Harapan akan Pemberitaan yang Lebih Rinci

Satgas SAR Kota Lhokseumawe berharap agar dalam pemberitaan selanjutnya dapat lebih rinci menyebutkan bahwa lokasi kejadian termasuk wilayah kerja Satgas SAR Aceh Utara dan Pos Basarnas Bireuen. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami mekanisme tugas dan wewenang masing-masing instansi SAR.

 

Apresiasi kepada Pihak Terkait dan Profesionalisme Wartawan

Satgas SAR Kota Lhokseumawe memberikan apresiasi kepada kinerja pihak kepolisian yang sigap, kehadiran Koramil, Komandan AIRUT Lhokseumawe beserta anggotanya, serta partisipasi aktif warga dalam upaya pencarian dan evakuasi. Mereka juga menghargai profesionalisme wartawan Detikpost.id dalam menjalankan tugas. Satgas SAR berharap agar peran mereka dalam koordinasi dan dukungan dapat dipahami secara benar sesuai dengan mekanisme dan keterbatasan yang ada.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *