Rimung Buloh: Kritik Demi Perubahan, Bukan Kebencian! Direktur Baru RSUD Cut Mutia Diharap Rendah Hati & Berikan Pelayanan Nyata’; Jangan Seperti Yang Sudah Ada

Oplus_131072

Aceh Utara, ( DetikPost.id ) – 19 Agustus 2026 — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Kabupaten Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh, menyambut pergantian pimpinan di rsud cut mutia pasca-dicopotnya Direktur RSUD Cut Mutia, Rohaya, pada (18/8/2026). Ia menyampaikan harapan besar agar kepemimpinan yang baru membawa perubahan nyata dan pelayanan yang benar-benar prima bagi seluruh pasien.

Kritik Bukan Kebencian, Tapi Keinginan Perubahan

Rimung Buloh bukan membenci seluruh petugas di RSUD Cut Mutia. Kritik ini semata-mata untuk perubahan yang lebih baik,” tegasnya. Alasan ketidakpercayaannya bermula dari pengalaman pribadi: “Saya sendiri pernah dimintai uang rujuk di IGD. Saat saya tanya apakah ada undang-undang yang mewajibkan pembayaran itu, pihak IGD menjawab ‘kami tidak tahu’. Dari saat itulah saya mulai tidak percaya lagi. Makanya yang saya minta itu sederhana: pelayanan yang jujur dan prima kepada semua pasien dan keluarga pasien.”

Baca Juga:  Gerak Cepat, Polisi Tangkap Penjarah Gedung DPRD Jepara yang Dibakar Massa

Keluhan Pelayanan yang Selama Ini Dirasakan

Rimung Buloh menyoroti berbagai keluhan yang belakangan ini sering disampaikan masyarakat. “Belakangan ini banyak pasien tidak disediakan seprai. Kamar sering dikatakan tidak kosong, padahal saat keluarga pasien mengecek sendiri, ternyata ada yang kosong. Jangan pelayanan hanya nampak baik di media, tapi buktinya tidak demikian,” ujarnya.

Pesan Tegas untuk Direktur Baru: Jangan Angkuh & Sombong

Kita kalau menjabat sebagai direktur, janganlah angkuh dan sombong seperti yang sudah-sudah ada. Jabatan itu amanah rakyat, bukan untuk kesombongan,” pesan Rimung Buloh.

Terima Kritik, Bukan Melawan & Beri Pembelaan Palsu

Ia juga menegaskan sikap terhadap kritik: “Jangan saat dikritik oleh awak media dan masyarakat, malah melawan. Bukan mencari perubahan, malah adu mulut di berita saling menyerang dan memberikan pembelaan palsu. Yang sebenarnya kita butuhkan itu perubahan nyata, bukan melawan kritik. Rumah sakit swasta saja bisa dikritik kalau pelayanannya tidak baik, apalagi ini milik pemerintah yang dibiayai uang rakyat. Rakyat berhak mendapat pelayanan yang jujur dan prima.”

Baca Juga:  Sinergi Polri dan BGN: Bersama Membangun Generasi Sehat Melalui Program Makan Bergizi Gratis

Peringatan Keras: Jangan Adu-Adukan Wartawan & Jangan Sok Berkuasa

Jangan disaat di kritik malah diadukan wartawan dengan wartawan oleh direktur sebelumnya. Ingat kalau jadi direktur jangan sok dan angkuh, ini bukan rumah sakit milik pribadi yang bisa dibuat se enak nya,” ungkap Rimung Buloh.

Harapan Akhir

Mudah-mudahan dengan tergantinya direktur yang baru ini, RSUD Cut Mutia menjadi sangat baik, pelayanan benar-benar prima kepada seluruh pasien, dan petugas lebih tertib serta jujur. Tunjukkan perubahan nyata, bukan sekadar tampil baik di media saja,” pungkas Rimung Buloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *