Lhokseumawe – Detikpost.id – Pj. Keuchik Gampong Banda Masen, Zulfahmi, kini mengeluarkan pernyataan yang membantah pemberitaan mengenai daftar pemilih. Ia menyebut berita tidak sesuai fakta, meminta verifikasi, dan mengimbau warga tenang. Namun kenyataannya lain: semua yang kami tulis di berita sebelumnya berasal langsung dari mulut Pj Zulfahmi sendiri saat kami konfirmasi — dan seluruh itu terekam jelas dalam video. Sekarang ia berbalik arah? Itu bukan klarifikasi, itu menghindar dari tanggung jawab!
Pj Zulfahmi dulu berkata semua nama warga sudah dimasukkan ke dalam daftar pemilih. Faktanya? Saat hari pemilihan, nama-nama itu hilang tanpa jejak! Sementara nama orang yang sudah meninggal tetap utuh semua! Kalau bukan dihapus sengaja, ke mana dibawa nama-nama itu? Kalau tujuannya jujur, mengapa berubah kata-kata setelah ketahuan?
Sekretaris desa menyatakan tidak ada urusan apa-apa dengan masalah pemilihan ini. Itu sangat aneh! Bagaimana mungkin pemilihan kepala desa — urusan paling penting di gampong — tidak melibatkan sekretaris desa yang memegang administrasi? Lalu siapa yang mengutak-atik daftar pemilih itu? Siapa yang berhak memegang data itu kalau bukan pejabat gampong sendiri?
Kami tegaskan: bantahan Pj Zulfahmi itu tidak benar! Kami punya bukti video keterangan langsung dari dirinya sendiri. Tidak bisa lari dari fakta yang sudah direkam!
Kami memperingatkan dengan tegas: jangan sampai karena ada pihak yang bermain kotor, masa depan gampong banda masen rusak 5 tahun ke depan! Pemilihan ini menentukan pemimpin untuk 5 tahun. Kalau dasarnya sudah dibangun di atas kebohongan dan kecurangan, apa yang bisa diharapkan untuk hari-hari mendatang? Jangan biarkan keuntungan sesaat merusak kehormatan dan masa depan gampong kita!
Hilangnya nama pemilih bukan kesalahan teknis. Bukan sekadar lupa. Itu direncanakan! Diduga kuat tujuannya cuma satu: memenangkan salah satu calon dengan cara curang! Siapa yang diuntungkan? Siapa yang menyuruh? Semua akan terungkap karena kebenaran tidak bisa dikubur selamanya.
Kami tidak akan diam. Bukti sudah ada. Warga sudah melihat. Sekarang giliran Pj Zulfahmi menjawab: ke mana nama-nama pemilih yang hilang itu dibawa? Jangan jawab berbelit-belit. Cukup jawab itu saja. Dan ingat: jangan rusak gampong ini hanya demi kepentingan sendiri, rakyat tidak akan membiarkan.



