LHOKSEUMAWE, 5 November 2026 — Universitas Bumi Persada (UNBP) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pengajian dan santunan kepada 20 anak yatim dari Desa Alue Awee. Kegiatan berlangsung di lingkungan Universitas Bumi Persada, Lhokseumawe, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Pembina Yayasan Universitas Bumi Persada, Drs. Abdul Wahab, M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi rutin yang harus terus dipertahankan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ciri khas dan budaya UNBP yang membedakannya dari perguruan tinggi lainnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Bumi Persada, Dr. Mariyudi, S.E., M.M., mengajak seluruh keluarga besar UNBP untuk terus menjaga kesatuan dan persatuan serta memperkuat nilai-nilai Islam di lingkungan kampus. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika serta organisasi mahasiswa (ORMAWA) UNBP yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Pengajian dan ceramah Maulid disampaikan oleh Tgk. Adnan Yahya, yang juga merupakan dosen UIN Sultanah Nahrasiyah dan rutin mengisi ceramah keagamaan.
Dalam tausiahnya, Tgk. Adnan Yahya mengingatkan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa dan negara. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus cerdas, kritis, serta ikut mengambil peran dalam mengawal jalannya negara dan memperbaiki berbagai persoalan serta kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab intelektual dan moral untuk menjadi bagian dari perubahan serta memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bumi Persada berharap tradisi keislaman, semangat persatuan, dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan kampus. Santunan kepada 20 anak yatim dari Desa Alue Awee menjadi salah satu wujud nyata bahwa keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan dan kepedulian terhadap sesama.



