Pembangunan Talud Lapangan Desa Jekawal Menuai Sorotan Publik, Kades ; “Biar Saja Kalau Orang Kerja di Cari Kesalahannya Tentu Semua Salah”

Sragen, 19 Mei 2025 – Pemerintah Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, tengah melaksanakan proyek pengembangan lapangan yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas infrastruktur desa. Proyek ini meliputi pembangunan talud di sekitar lapangan desa, sebagai upaya untuk mendukung berbagai aktivitas sosial dan olahraga yang sering dilakukan oleh masyarakat setempat.

 

Proyek yang tengah berjalan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga Desa Jekawal, terutama dalam hal kenyamanan dan keamanan. Pembangunan talud di sekitar lapangan bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi dan kerusakan pada area tersebut.

 

Namun, sayangnya dalam pengerjaan proyek tersebut di sinyalir terdapat penyimpangan, khususnya dalam pemilihan meterial yang di gunakan, seperti batu misalnya, dalam hal ini pelaksana menggunakan batu yang di duga tidak sesuai spesifikasi dan terkesan mengabaikan unsur Rencana Kerja dan Syarat (RKS).

Nampak di lokasi pekerjaan batu yang di gunakan bukanlah batu belah ataupun jenis batu andesit. namun, sejenis material padas yang mengeras. Juga kurangnya transparansi informasi terkait ukuran serta volume bangunan menimbulkan kecurigaan kemungkinan adanya pengurangan volume pekerjaan.

 

Kepala Desa Jekawal, Sutarno., menyatakan bahwa kegiatan tersebut sudah sesuai, namun ketika awak media menanyakan dan ingin melihat gambar kerja tidak di perbolehkan. Dengan alasan awak media tidak mempunyai kapasitas untuk melihatnya, hal ini tentu sangat bertentangan dengan undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Eko rahmat selaku PKA tidak ada di lokasi ketika awak media berusaha menggali informasi terkait proyek tersebut.

Pembangunan ini dikerjakan oleh tenaga kerja lokal, dengan menggunakan dana desa yang telah dialokasikan untuk program pembangunan infrastruktur tahun ini.

 

Sartono, selaku tenaga tukang dilapangan saat ditanya terkait ukuran serta volume. “Ia menjelas tidak tahu menahu ukuran volume talud pondasi tersebut. “Saya hanya disuruh kerja disini kalau terkait gambar kerja atau volume yang lebih tahu detail Pak Eko selaku pelaksana kegiatan.“jelasnya.

 

“Lebih lanjut team melihat campuran mortar buat pasangan pondasi tersebut, Muhadi, menyatakan kalau campuran pasir dengan semen 1:12 (semen 1 ember putih dan 12 ember putih pasir).”ungkapnya.

 

Guna keberimbangan berita, team awak media akan konfirmasi pada instansi terkait mengenai proyek tersebut untuk penyajian berita berikutnya…..

 

Tim – Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *