BIREUEN ( DETIK POST.ID ) – Dua bulan setelah banjir besar melanda Kecamatan Peudada pada 26 November 2025, dampak ekonomi masih terasa jelas. Masyarakat yang belum pulih sepenuhnya menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan hidup, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Menghadapi kondisi tersebut, beberapa Keuchik di wilayah tersebut memilih mengambil langkah konkret dengan menjadi penjual durian musiman. Antara lain Keuchik Azhar Ayie dan Keuchik Calok yang terlihat berbaur dengan pedagang lain di pinggir jalan, melayani pembeli tanpa membedakan jabatan.
Kondisi ekonomi terpengaruh parah akibat banjir. Sambil menunggu keadaan normal, kami manfaatkan peluang usaha musiman seperti menjual durian,” ujar Keuchik Azhar Ayie.
Keuchik Calok juga menyampaikan pandangan serupa. “Ini bukan soal jabatan, tapi tentang kebutuhan hidup. Kami sama seperti masyarakat lain dan harus pintar menyesuaikan diri dengan menjalankan usaha yang halal dan jujur,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa para pemimpin lokal tidak hanya bergantung pada Dana Desa, melainkan turut merasakan tekanan ekonomi dan mencari solusi secara mandiri. Masyarakat diharapkan dapat bersatu dalam kerja keras dan kebersamaan untuk bangkit bersama pasca bencana.
Penulis>>{ Rimung }















