Optimalkan BUMDes Permata, Pemdes Marengan Laok Genjot PADes di Tengah Pemangkasan Dana Desa

Foto: Penjabat Kepala Desa Marengan Laok, Hendro saat di ruang kerjanya

SUMENEP, Detikpost.id – Di tengah pemangkasan anggaran dana desa hingga sekitar 70 persen sejak 2025, Pemerintah Desa (Pemdes) Marengan Laok terus berupaya menjaga stabilitas pembangunan dengan mengoptimalkan tata kelola keuangan desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Permata di sektor peternakan.

Langkah ini menjadi strategi adaptif pemerintah desa dalam memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Polisi Jadi Pembina Upacara di SMA N 2 Kesukma Bangsa, Tanamkan Disiplin dan Cegah Kenakalan Remaja

Penjabat (Pj) Kepala Desa Marengan Laok, Hendro menegaskan bahwa inovasi dan kreativitas kepemimpinan desa menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Keberadaan BUMDesa Permata merupakan instrumen pemerintah desa yang dapat menguatkan keuangan desa, sehingga perlu dibangun kerja sama dengan pihak lain. BUMDes Permata yang membuka usaha ayam petelur harus membuka jejaring pemasaran di tengah masyarakat luas,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, (20/04/2026)

Ia menambahkan, kemandirian desa tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan kemajuan desa.

Lebih lanjut, Pj Kades juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus BUMDes dengan pemerintah desa. Komitmen dan semangat pengelola usaha dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan BUMDes.

Disiplin administrasi menandai adanya transparansi dan akuntabilitas usaha. Sehingga, menjadi ruang evaluasi untuk membenah atau memperbaiki kesalahan teknis suatu usaha,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, BUMDes Permata mendapat penyertaan modal sebesar Rp260 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2025. Oleh karena itu, pengawasan secara berkala dinilai menjadi hal krusial guna memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.

Baca Juga: Akses Tunggal Pilar Wih Kiri–Tirmiara Rusip Antara Tertutup Longsor, Polisi dan Warga Bergerak Cepat Bersihkan Material

Penyertaan modal untuk BUMDes Permata perlu diawasi agar tujuan pengalokasian anggaran dana desa dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pemdes Marengan Laok juga berkomitmen melakukan evaluasi setiap tiga bulan sebagai bagian dari penguatan tata kelola usaha desa. Langkah ini diharapkan mampu memastikan manfaat ekonomi dari BUMDes benar-benar dirasakan masyarakat.

Melalui pengawasan rutin dan penguatan manajemen usaha, Pemdes optimistis BUMDes Permata dapat berkembang dan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan PADes, sekaligus mendorong kemandirian desa yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.

Baca Juga:  Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Adi Rikardi Cacat Hukum dan Sewenang-Wenang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *