Aceh Timur ( DETIK POST.ID ) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Timur selama bulan suci Ramadan 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Aceh Timur menegaskan bahwa mekanisme pembagian menu, standar gizi, hingga pengelolaan anggaran telah mengikuti ketentuan resmi sebagaimana diatur dalam Juknis Nomor 401.1.
Penegasan ini sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar terkait besaran anggaran per porsi. Berdasarkan juknis terbaru, anggaran bahan makanan ditetapkan sebesar:
Rp8.000 per porsi untuk porsi kecil
Rp10.000 per porsi untuk porsi besar
Bukan Rp15.000 sebagaimana yang sempat dipersepsikan sebagian pihak.
Rincian Anggaran dan Sasaran Penerima
Porsi Kecil (Rp8.000)
Diperuntukkan bagi:
Balita
PAUD/TK/RA
SD/MI kelas 1–3
Porsi Besar (Rp10.000)
Diberikan kepada:
SD/MI kelas 4–6
SMP dan SMA
Ibu hamil dan ibu menyusui
Selain anggaran bahan makanan, terdapat:
Biaya operasional Rp3.000 per porsi, mencakup listrik, air, gas, internet, insentif tenaga kerja SPPG, kendaraan operasional, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
Alokasi Rp2.000 per porsi sebagai insentif fasilitas SPPG dari mitra, meliputi sewa atau pembangunan dapur, gudang, mess, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), filtrasi air, serta peralatan masak modern.
Dengan asumsi melayani 3.000 penerima manfaat, nilai fasilitas tersebut setara sekitar Rp6 juta per hari.
Mekanisme Distribusi Khusus Ramadan
Korwil MBG Aceh Timur menjelaskan bahwa jauh sebelum Ramadan, pihaknya telah melakukan edukasi kepada kepala SPPG dan ahli gizi terkait mekanisme pendistribusian menu berbuka.
Menu yang diberikan saat Ramadan berupa menu kering yang aman dikonsumsi saat berbuka puasa. Kami juga mendorong penggunaan produk UMKM lokal agar ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.
Distribusi dilakukan dengan sistem rapelan dua kali dalam seminggu:
Senin untuk kebutuhan Selasa–Rabu
Kamis untuk kebutuhan Jumat–Sabtu
Langkah ini diterapkan guna menjaga kualitas makanan tetap layak konsumsi sekaligus efisien dalam proses distribusi.
Standar Gizi Terukur dan Diawasi Ahli
Menu MBG di Aceh Timur dipastikan memenuhi unsur gizi utama, yakni:
Karbohidrat: roti gandum atau produk UMKM lokal
Protein: telur, tempe, tahu, abon
Lemak sehat: kacang-kacangan dan tempe
Serat: buah-buahan
Kalsium: susu UHT/plain tanpa rasa
Korwil menegaskan bahwa susu rasa coklat atau stroberi tidak dianjurkan karena kandungan gula yang tinggi. Susu yang direkomendasikan adalah susu UHT atau plain tanpa tambahan perasa, dengan frekuensi pemberian satu hingga dua kali per minggu sesuai arahan BGN.
Nilai gizi setiap menu sudah dihitung oleh ahli gizi dan disesuaikan dengan anggaran. Jika masih ditemukan kekurangan di lapangan, kami siap melakukan evaluasi dan edukasi ulang kepada SPPG,” tegasnya.
Komitmen Evaluasi dan Dukungan Penuh Program
Korwil MBG Aceh Timur turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Ia memastikan evaluasi akan terus dilakukan demi peningkatan kualitas layanan.
Kami sangat mendukung program MBG agar berjalan maksimal. Harapan kami, menu yang diberikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga disukai anak-anak serta ibu hamil dan menyusui,” tutupnya.
Dengan penerapan anggaran yang transparan, pengawasan gizi oleh tenaga ahli, serta pemberdayaan UMKM lokal, pelaksanaan MBG di Aceh Timur diharapkan menjadi contoh distribusi pangan bergizi yang efektif dan tepat sasaran selama Ramadan 2026.
Penulis>{ Rimung }















