Aceh Timur ( DETIK POST.ID ) – Dugaan kasus penipuan yang menimpa puluhan masyarakat Aceh Timur semakin terang benderang. Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Badan Advokasi Indonesia (BAI) membenarkan adanya laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum bendahara , bahkan sekitar pukul 10 pagi tim satgasus juga menerima laporan baru jika di sekitar Aceh Timur ada beberapa masyarakat yang juga melaporkan mempunyai hal yang sama dengan pelaku yang sama ,bahkan tim Satgasus telah menemui korban pada hari sabtu malam pukul 8 di kediaman korban penipuan oknum bendahara Prabu Satu DPW Aceh Timur
Dalam rilis pers yang dikirim ke awak media melalui WhatsApp pada Sabtu (28/9/2025) malam, Satgasus BAI menegaskan bahwa investigasi sedang berjalan. Agus Naini, salah satu tim Satgasus Investigasi DPP BAI untuk Provinsi Aceh, menyebutkan pihaknya sudah menerima laporan resmi dari korban.
Memang benar ada laporan masyarakat di Aceh Timur terkait dugaan penipuan ini. Namun, detailnya akan kami paparkan secara resmi apabila sudah diperlukan,” ujar Agus Naini.
Selain itu, beredar informasi bahwa oknum bendahara Prabu Satu sempat menelpon salah satu korban untuk membuat rekaman pengakuan agar menyatakan dirinya tidak pernah melapor ke media.
Razali alias Nyakli Maop, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), juga membenarkan adanya laporan dan bukti yang telah dikumpulkan. “Kami memiliki bukti yang bisa dipertanggungjawabkan, mulai dari bukti fisik, percakapan chat, hingga video saat pelaku meyakinkan anggota. Semua sudah kami siapkan,” tegasnya.
Nyakli Maop menambahkan, pihaknya bersama Satgasus BAI akan terus mendalami kasus ini dan siap melaporkannya kepada aparat penegak hukum apabila mediasi tidak menemukan titik terang.
Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar kasus ini bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat sehingga tidak ada yang dirugikan. Namun, jika hasilnya tidak maksimal, maka kami siap mendampingi korban untuk membawa kasus ini ke jalur hukum,” pungkasnya.
Kasus ini kini tengah menjadi sorotan publik Aceh Timur, mengingat jumlah korban yang disebut mencapai puluhan orang dengan kerugian yang belum dipublikasikan secara resmi.;
penulis>>{ RIMUNG }















