KALTIM_SAMARINDA 7 Oktober 2026 – Napak Tilas PEMUDA DDI Kabupaten Wajo Di Kalimantan Timur, Sejak 30 September Hingga 7 Oktober 2026.
Dalam Penelusuran PEMUDA DDI Kabupaten Wajo Menemukan Sumber Informasi Dan
Menyikap Jejak Langkah, Kilas Balik Ulama Bugis, Putra Tokadde_ Macero Alau, Belawa. KH.MAHMUD FASIH Dalam Syiar Islam, Ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dan Perintis DARUD DA’WAH WAL IRSYAD (DDI) Di Wilayah Nusantara. Sumber Informasi, Dari H. ABDURRAHMAN FASIH. Putra KH.MAHMUD FASIH. Dan Cucunya, MUHAMMAD JUFRI ARIF FASIH. Serta Berbagai Sumber Yang Berada Kalimantan Timur di Samarinda _ Kutai Kartanegara.
Sebelumnya diketahui, DDI (Darud Dakwah Wal Irsyad).
Didirikan : KH. ABDURRAHMAN AMBO DALLE (Putra Ujunge_ Tanasitolo, Kabupaten Wajo)
Digagas : HM. YUSUF ANDI DAGONG (penguasa/Raja Soppeng Riaja, dikenal sebagai Petta Soppeng Riaja atau Arung Soppeng Riaja).
Dikembangkan/ Dirintis
Keseluruh Nusantara Dan Semenanjung Malaka :
KH.MAHMUD FASIH (Putra Tokadde_ Belawa), AGH MAHMUD FASIH Tokoh Sentral Dalam Sejarah Transnasionalisasi Gerakan Darud Da’wah wal Irsyad (DDI).
Melalui Pendirian Madrasah Arabiah Bugisiah di Benut, Johor, Malaysia Pada Tahun 1950, Beliau Berhasil Menancapkan/ Menanamkan fondasi Pendidikan Islam ala DDI yang Integratif Di Tanah Semenanjung, Sekaligus Menjadi Jangkar Spiritual Bagi Komunitas diaspora Bugis.
Keberhasilan Dakwah Lintas Batas Negara Ini disokong Penuh Oleh Hubungan Harmoni Dan Strategi Antara AGH. KH. MAHMUD FASIH Dengan AGH KH. ABDURRAHMAN AMBO DALLE.
Hubungan Keduanya Tidak Sekadar Relasi Formal Organisasi, Melainkan Ikatan Ideologis-Spiritual Berbasis Ketaatan Antar Murid Kepada Guru.
AGH KH. ABDURRAHMAN AMBO DALLE Bertindak Sebagai Sumber Legitimasi Keilmuan, Dan AGH KH. MAHMUD FASIH Bertindak Sebagai Sayap’ Ekspansi yang Mewujudkan Visi Besar DDI: Mengembangkan Sayap DDI, Membumikan Islam AHLUSSUNNAH WAL_JAMA’AH Di Seluruh Penjuru Nusantara Dan Asia Tenggara.
KH. MAHMUD FASIH Mengawali Pendidikannya di Sekolah SR (Sekolah Rakyat).
Lalu Melanjutkan Belajar Di Madrasah Arabiah (MAI) Sengkang. Oleh KH.MUHAMMAD AS’AD ALBUGISY (Gurutta Pung Haji SADE’).
Lalu Kemudian AGH KH. MUHAMMAD FASIH Ikut Hijrah Ke Soppeng Riaja_ Mangkoso (Kabupaten Barru).
Oleh KH. ABDURRAHMAN AMBO DALLE. Untuk Mengajar di Madrasah Arabiah Islamiah (MAI) Mangkoso, Sebagai Cikal Bakal DDI (Darud Dakwah Wal Irsyad) 1938.
Tahun 1947. AGH KH.MAHMUD FASIH Berangkat Ke Tanah Suci Mekkah,Tunaikan Ibadah Haji Dan Tinggal Belajar Mendalami Ilmu Agama Selama Tujuh Tahun.
Beliau Berangkat Sendiri, Kemudian Satu Tahun Kemudian disusul Istrinya Gurutta Hj. SITI HAFSAH dan Putranya yg Masih Kecil HM. ARIEF FASIH.
Sanad keilmuan Atau Jaringan Intelektual Gurutta KH. MAHMUD FASIH (1908-1971) Terhubung Langsung Dengan Haramain, Gurunya Di Makkah Antara Lain:
1. SYEKH MUHAMMAD ALWI MALIKI.
2. SYEKH MUHAMMAD AL-MAGRABY.
3. SYEKH MUHAMMAD AMIN KUTUBY.
4. SYEKH ABBAS ABDUL JABBAR.
5. SYEKH MUHAMMAD AL-MASSYATH.
Sepulangnya Dari Tanah Suci Mekkah. AGH KH.MAHMUD FASIH Tidak Langsung Ke Pulau Sulawesi. Melainkan Ke Pulau Sumatera Mendakwah Dan Mendirikan Madrasah DDI Di Beberapa Daerah di Pulau Sumatera.
Lalu Kemudian Kembali Ke Pulau Sulawesi, Menjalankan Rutinitasnya Mendakwah, Sambil Merintis Dan Mendirikan Madrasah DDI di Beberapa Tempat di Pangkep. Begitu Pula di Kabupaten Wajo, Antara Lain Berawal di Siwa_Kecamatan Pitumpanua, Paria_Kecamatan Majauleng, Dan Kecamatan Belawa, Dan Beberapa Tempat Lainnya di Kabupaten Wajo.
Lalu Kemudian Melanjutkan Perjalannya Mengajar ke Beberapa Tempat Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, Sambil Berdakwah Dan Mendirikan Sekolah/ Madrasah DDI.
MEMBUKA SEKOLAH Di KALIMANTAN TIMUR
Setelah Beberapa Waktu Bolak Balik Ke Kalimantan Timur Berdakwah Dan Memberi Pengajian. KH. MAHMUD FASIH Kemudian Mendirikan Sekolah Madrasah DDI. Salah Satunya Di Paser, Tepatnya Di Rantau Panjang.
Menurut H. MUHAMMAD AMIN Ketika Gurutta KH.MAHMUD FASIH Berdakwah di Grogot, Dia Sangat Disenangi Dan Disegani Oleh Jamaah Warga Masyarakat Suku Banjar Dan Masyarakat Bugis yang Telah Lama Tinggal Dan Berkampung Secara Turun Temurun Di Grogot.
KH. MAHMUD FASIH Dalam Metode Dakwahnya Menggunakan Bahasa Sederhana Dan Bahasa Bugis yang Mudah dipahami. Dakwahnya Sangat Menyentuh Hati Masyarakat di Paser. Misi Dakwah Dan Pendidikan Dilanjutkan Di Samarinda Kalimantan Timur,
Gurutta KH. MAHMUD FASIH juga Menyebarkan Dakwah Di Beberapa Tempat Di Daerah Samarinda Dan sekitarnya. Di Daerah Samarinda itulah Beliau Bertemu H. MUHAMMAD
ISKANDAR ALI sebagai salah satu Tokoh Bugis dari Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Di Samarinda, H.MUHAMMAD ISKANDAR ALI yang cukup terkenal karena Memiliki Sanad Famili yang Banyak Sebagai Kelompok diaspora yang Mengadu Nasib Di Rantauan. Gurutta MAHMUD FASIH, Hadir di Tengah Tengah Mereka Dengan Kekhasan Dialektika Bugisnya Dalam Berdakwah Menyejukkan Hati yang Sekian Lama Rindu Akan Dakwah. Dalam Perkembangan Selanjutnya, DDI Membuka Cabang-cabang di Berbagai Daerah. Dan Umumnya Atas Permintaan Masyarakat Setempat didukung Oleh PEMERINTAH yang Menginginkan di Daerahnya Ada DDI. Anregurutta ABDURRAHMAN AMBO DALLE mengambil kebijaksanaan bahwa santri yang duduk di tingkatan tertinggi ditugaskan keluar untuk mengajar dalam jangka waktu tertentu. DDI kemudian berkembang menjadi sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan Agama dan dakwah serta kegiatan Sosial Terbesar di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.
Sekolah-sekolah DDI yang Eksis Sampai Saat Ini di Kalimantan Timur, Antara lain:
• MIS DDI Tani Aman Jl. Soekarni Hatta Rt. 10;
• MI Al-Irsyad DDI Kota Balikpapan.
• MI DDI Tani Makmur, Desa Batuah_Loajanan Kutai.
• SD dan SMP Kabupaten Kutai Timur.
• MI DDI Kutai Barat.
• MI DDI Long Iram Kutai Barat.
• Madrasah DDI Biduk-Biduk Kabupaten Berau.
• MI DDI Barebas Pantai Bontang.
• MI DDI Kota Bontang;
• MTs Al-Irsyad DDI Balikpapan.
• MTs DDI Kutai Kartanegara;
• MTs DDI Karya Baru Kutai Kartanegara.
• MTs DDI Kota Bontang.
• MTs DDI Tani Aman Jl. Soekarni Hatta Rt. 10.
• MTs DDI Balikpapan.
• Rumah Tahfidz Qur’an DDI Panajam.
. Pondok pesantren Panajam.
.SMP Cendana DDI Jl. Banggeris RT. 03 No.74, Karang Anyar, Kec. Sungai Kunjang, Kota
Samarinda;
• SMK Cendana DDI Samarinda;
• SPS DDI Tani Aman Jl. Soekarno Hatta Rt. 10 Km.
2, Tani Aman, Kec. Loa Janan Ilir, Kota
Samarinda.
• MA DDI Tani Aman Jl. Soekarno Hatta Km. 2.
• MA DDI Kota Bontang.
• MA DDI Karya Baru Loa Janan Kabupaten Kutai Kertanegara.
[ MUHAMMAD NAJIB ]

