Ketua DPD APPI Aceh Utara Angkat Suara Tegas Terkait Dua Video Pasien Di IGD RSUD Cut Meutia: Dugaan Pelanggaran Aturan

Aceh Utara, ( Detikpost.Id ) – Sekitar Tiga Hari Lalu, Masyarakat Dikejutkan Dengan Beredarnya Dua Rekaman Video Pasien Di IGD RSUD Cut Meutia. Video Diunggah Akun Tiktok Zahwa1613, Diduga Milik Petugas RSUD. Di Dalamnya Terlihat Beberapa Pasien, Salah Satunya Orang Tua Laki-Laki Hanya Pakai Celana Pendek, Kondisi Yang Sangat Tidak Layak, Melanggar Privasi Dan Martabat Manusia Jika Disebar Luas. Pasien Direkam Tanpa Izin Dan Disertai Ucapan Kasar Serta Kata-Kata Yang Merendahkan: “Dari Beuklam Poh 00 Sampe Inohat Mntng Full, IGD Teh Syit Pelayanan Remoh Skt Cut Mutia Hn Got, Padahal Pasien Sendiri Hana Get”. Durasi 22 Dan 27 Detik, Bukti Nyata Pelanggaran Privasi Dan Etika.

Pimpinan Rumah Sakit Sudah Tahu Hal Ini Tapi Tidak Bertindak, Seolah Membiarkan Pelanggaran Terjadi. Ketua DPD APPI Aceh Utara Rimung Buloh Memprotes Keras: “Kenapa Diam Saja? Dugaan Kuat Akun Zahwa1613 Ini Milik Petugas Sendiri. Kalau Orang Luar Merekam Langsung Dimarahi Dan Diancam, Tapi Orang Dalam Dilindungi? Ini Sikap Pimpinan Ganda Dan Tidak Adil!”

Kasus Ini Menimbulkan Tanya Besar Soal Keterbukaan Dan Tanggung Jawab. Sebelumnya Juga Ada Perselisihan Saat RSUD Menolak Kritik Demi Perbaikan Pelayanan. Awak Media Mengirim Bukti Video Dan Menghubungi Plt Direktur. Beliau Hanya Balas Salam, Tapi Saat Diminta Bicara Lewat Telepon Beralasan Sedang Rapat, Hingga Kini Tidak Ada Kabar Lanjutan. Ini Diduga Tanda Pimpinan Sengaja Menghindar Demi Melindungi Orang Dalam.

Rimung Buloh Bertanya: “Kenapa Beda Perlakuan? Orang Luar Ditegur Ketat, Tapi Petugas Yang Memamerkan Pasien Dalam Kondisi Sangat Tidak Layak Aman Saja? Apakah Jabatan Bisa Jadikan Hukum Tidak Berlaku? Padahal Tenaga Kesehatan Wajib Menjaga Kehormatan Pasien.”

Baca Juga:  Rangkaian HUT Republik Indonesia Ke 80, Polres Semarang Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Ungaran

 

Poin Penting:

1. Video Dan Akun Zahwa1613 Bukti Pelanggaran Hukum Dan Etika Karena Memaparkan Pasien Dalam Kondisi Sangat Tidak Layak Beserta Ucapan Yang Menghina.

2. Aturan Tidak Boleh Beda, Pimpinan Tak Boleh Lari: “Jangan Pakai Standar Ganda Yang Memalukan! Petugas Harusnya Paling Menjaga Pasien, Kenapa Pimpinan Menghindar Cuma Karena Pelakunya Orang Dalam?”

3. Diam Dan Menghindar Sama Saja Bersalah: Pimpinan Yang Tahu Isi Video Tapi Tidak Merespon Ikut Bertanggung Jawab Memperparah Kerusakan.

Baca Juga:  IPTU Yanuar Triatmaja, Polisi Sekaligus Pelatih Kempo yang Berdedikasi untuk Prestasi Anak Bangsa

4. IGD Bukan Tempat Pamer Pasien: Tempat Rawat Dan Jaga Privasi, Bukan Bahan Konten Viral Atau Tempat Pimpinan Lari Dari Tanggung Jawab.

Dasar Berita: Fakta Video Di Akun Zahwa1613 Milik Petugas, Isi Pasien Sangat Tidak Layak Dan Ucapan Kasar, Pimpinan Tahu Tapi Balas Salam Lalu Hilang Kabar, Sikap Pilih Kasih Dan RSUD Tutup Telinga. Demi Keadilan Publik.

Penyebaran Video Yang Sangat Tidak Layak Dan Sikap Pimpinan Yang Menghindar Tidak Bisa Dibiarkan. Masyarakat Minta Selidik Tuntas Dan Jangan Lindungi Pelaku. Kami Minta Pihak Berwenang Amankan Bukti, Cek Kepemilikan Akun Zahwa1613, Panggil Pimpinan Dan Proses Hukum. Jangan Biarkan Alasan Rapat Yang Tidak Jelas Mengalahkan Keadilan Bagi Orang Tua Korban.

IGD Harus Aman Dan Jaga Kehormatan, Bukan Tempat Pelanggaran Privasi Yang Dilindungi Pimpinan Lari. Aturan Harus Dipatuhi Semua Tanpa Beda. Privasi Dan Harga Diri Pasien Tak Boleh Dikorbankan Demi Konten Atau Tutupi Kelemahan Manajemen. Tak Ada Kebebasan Di Luar Hukum, Sikap Pimpinan Yang Menghindar Dan Memihak Merusak Nama Baik Mereka Sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *