Ketua APPI Rimung Buloh: Anak Yatim Alami Kecelakaan Tunggal Terlungkup, Bantu Tanpa Pandang Kenal

Oplus_131072

Bireuen, ( DetikPost.id ) 16 September 2026 – Sebuah peristiwa yang memilukan namun menyentuh hati terjadi di Jalan Raya Medan–Banda Aceh, Desa Timkum Manyang, Kecamatan Kutablang. Siswi kelas 1 MAN 3 Bireuen bernama Jaratul Syifa yang merupakan anak yatim, mengalami kecelakaan tunggal, terjatuh dan tertimpa motornya sendiri hingga terlungkup lemah di pinggir jalan dalam keadaan terluka.

Kebetulan saat itu melintas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad yang akrab disapa Rimung Buloh. Tanpa ragu sedikitpun, ia memegang teguh prinsip: menolong orang tidak pandang mau kenal atau tidak kenal, yang utama adalah kemanusiaan. Ia segera menghentikan kendaraan dan bergegas memberikan pertolongan.

Baca Juga:  Kapolres Wonogiri Hadiri Launching Sumur Pantek Pertanian, Wujud Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan

Rimung Buloh langsung membawa korban ke Puskesmas Kutablang terdekat agar segera ditangani petugas medis. Di sana, percakapan yang menyayat hati terjadi. Ia bertanya dengan lembut tentang keluarganya. Di tengah rasa sakit, Syifa menjawab tabah: “Pak, saya sudah tidak punya ayah lagi, beliau sudah meninggal, saya anak yatim.”

Hati Rimung Buloh teriris mendengarnya, air matanya pun menetes. Ia membelikan teh hangat untuk meringankan keadaannya. Namun saat hendak diminumkan, Syifa berkata sopan: “Pak, saya sedang berpuasa.”

Baca Juga:  Gelar Konferensi Pers ,Iskandar Usman Al’farlky Tegas: “Ini Fitnah, Saya akan Tempuh Jalur Hukum!”

Mendengar itu, air mata Rimung Buloh kembali mengalir. Luar biasa ketabahan gadis yatim ini: baru saja kecelakaan tunggal, terlungkup terluka, namun tetap menjaga ibadah puasa. Ia tak tega pergi sendirian, setia mendampingi hingga keluarga Syifa tiba dan mengambil alih.

Dengan tulus, Jaratul Syifa mengucapkan: “Pak, terima kasih banyak sudah menolong saya.”

Tindakan Ketua APPI Rimung Buloh menjadi teladan nyata: kemanusiaan diutamakan tanpa memandang siapa pun. Setelah memastikan aman, ia pun lanjut berangkat ke Bireuen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *