KETUA APPI ANGKAT BICARA: DUA HARI LAGI RAMADAN, HUNTARA ACEH UTARA MASIH BERANTAKAN! PEMBORONG NAKAL SEGERA DIGANTI!

Oplus_131072

ACEH UTARA, ( DETIK POST.ID ) – Dua hari menjelang datangnya bulan suci Ramadan, pemandangan memilukan masih menghiasi Aceh Utara. Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana tak kunjung rampung, bahkan banyak yang dibangun asal-asalan. Kondisi ini membuat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad (Rimung Buloh), angkat bicara dengan nada keras.

 

Dua hari lagi kita sudah memasuki bulan Ramadan, tapi kenapa Huntara masih berantakan seperti ini? Pemerintah Aceh Utara dan BNPB seolah tutup mata dengan penderitaan rakyat!” ujar Rimung Buloh

Baca Juga:  Ditangkap Polisi Usai Seminggu Bawa Kabur Uang 10 Miliar, Sopir Bank Sempat Belanjakan 300 Juta Untuk Beli Mobil dan Tanah

 

Rimung Buloh mengecam keras lambatnya penanganan Huntara ini. Ia menilai, pemerintah tidak memiliki rasa empati terhadap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

 

Masyarakat mau menjalankan ibadah puasa, tapi masih harus tinggal di tenda yang panas dan tidak layak. Ini sangat tidak manusiawi!” tegasnya.

 

Rimung Buloh menuntut Pemerintah Aceh Utara dan BNPB untuk segera menyelesaikan pembangunan Huntara sebelum Ramadan tiba. Ia juga meminta agar kualitas bangunan diperhatikan, jangan sampai Huntara yang dibangun justru membahayakan keselamatan warga.

Baca Juga:  Truk Tabrak Pejalan Kaki di Jatisrono, Polisi Lakukan Penyelidikan

 

Jika ada pemborong yang bekerja tidak sesuai dengan data RAP, segera alihkan kepada orang lain! Jangan sampai kejadian di Kecamatan Langkahan terulang kembali!” tegas Rimung Buloh.

 

Rimung Buloh menegaskan, APPI Aceh Utara akan terus mengawal isu ini hingga tuntas. Ia berjanji akan terus menyuarakan penderitaan masyarakat terdampak bencana agar pemerintah segera bertindak.

 

>>>>>>>{ Adi }

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *