Takengon ( DETIK POST.ID ) – Aksi unjuk rasa jilid II yang digelar Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) pada Kamis, 11 September 2025, diwarnai langkah mengejutkan. Massa aksi menyegel kantor DPRK Aceh Tengah dengan rantai sebagai simbol kekecewaan atas sikap pemerintah daerah yang terus menghindar dari rakyat.
Dalam aksi ini, massa kembali menuntut keadilan, kesejahteraan, serta penyelamatan sumber daya alam Aceh Tengah. Namun, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah lagi-lagi tidak berani hadir menemui massa aksi.
Koordinator AMG, Gilang Ken Tawar, menegaskan bahwa ketidakhadiran pimpinan daerah menunjukkan fakta nyata lemahnya kepemimpinan di Aceh Tengah.
Hari ini masyarakat benar-benar kecewa. Bupati dan wakil bupati tidak mau menemui kami. Ini bukti jelas bahwa mereka tidak memiliki keberanian menghadapi rakyatnya sendiri,” tegas Gilang di tengah orasi.
Aksi penyegelan kantor DPRK menjadi bentuk perlawanan simbolis bahwa pintu demokrasi di Aceh Tengah seolah tertutup rapat bagi rakyat. Massa menilai, jika pemerintah daerah tidak mampu membuka ruang dialog, maka rakyat sendiri yang akan “menggembok” kepercayaan terhadap pemimpinnya.
Tak berhenti sampai di sini, massa AMG mengumumkan bahwa aksi akan kembali dilanjutkan.
Jika bupati masih terus bersembunyi, maka pada Senin, 15 September 2025, massa akan turun lagi dengan jumlah lebih banyak. Jangan salahkan rakyat kalau gelombang perlawanan semakin besar,” seru Gilang saat orasi.
Aksi jilid II ini kian menegaskan jarak antara rakyat dengan pemerintah daerah. Kekecewaan masyarakat berubah menjadi amarah kolektif yang siap meledak jika aspirasi mereka terus diabaikan.;
penulis>>{ RIMUNG }















