JAKARTA TIMUR – Dalam meningkatkan kolektabilitas iuran JKN, BPJS Kesehatan bersinergi dengan mitra yaitu Kader JKN, selain itu BPJS Kesehatan juga memiliki staf telekolekting. Ketepatan dalam membayar iuran dapat melancarkan penyelenggaraan Program JKN terutama untuk BPJS Kesehatan membayar klaim maupun kapitasi kepada fasilitas kesehatan. Begitu pentingnya peran Kader JKN serta staf telekolekting maka perlu dilakukan evaluasi rutin untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi sehingga dapat dicarikan solusinya. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Arief Setiadi saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kader JKN dan Telekolekting s.d Juni 2025 bertempat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Rawamangun pada Senin (11/8).
Arief menjelaskan bahwa telekolekting merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan dalam mengingatkan peserta JKN, khususnya segmen PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) atau peserta mandiri, terkait pembayaran iuran yang tertunggak melalui telepon. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran dan menjaga status kepesertaan peserta tetap aktif sehingga terhindar dari denda layanan rawat inap di rumah sakit. Sedangkan untuk Kader JKN itu sendiri adalah individu yang menjadi mitra BPJS Kesehatan dan berperan sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan di tingkat masyarakat. Mereka bertugas memberikan informasi, edukasi, dan bantuan terkait Program JKN, serta mengingatkan untuk membayar iuran secara tepat waktu bagi peserta, khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.
“Berdasarkan data sampai dengan bulan Juni 2025, Kader JKN wilayah Jakarta Timur yang berjumlah enam orang, total telah melakukan kunjungan kepada peserta JKN sebanyak 8.180 kunjungan dengan jumlah 112 kunjungan berhasil dalam proses pembayaran iuran. Dari total 112 kunjungan tersebut didapatkan pembayaran iuran sejumlah 396.528.000 rupiah dan Kader JKN yang memiliki capaian terbanyak adalah Ibu Yulia Sari, Kader JKN Kelurahan Cawang dan Cililitan dengan jumlah 5.879 kunjungan, 37 kunjungan berhasil membayar dan total iuran tertagihnya sejumlah 33.968.280 rupiah. Dengan hasil tersebut bisa dikatakan bahwa keberadaan para Kader JKN ini sangat membantu BPJS Kesehatan dalam melakukan pemungutan iuran di lain pihak juga membantu para peserta JKN untuk tidak lupa membayar iuran sehingga terhindar dari ketidakaktifan kepesertaan dan juga denda pelayanan apabila peserta rawat inap,” tambah Arief.
Untuk capaian telekolekting BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur sampai dengan bulan Juni 2025 tercapai jumlah peserta yang dihubungi sejumlah 166.869 orang dengan jumlah penerimaan iuran sejumlah 6.756.824.250 rupiah dari jumlah staf telekolekting sebanyak delapan orang pegawai.
Kader JKN Kelurahan Cawang dan Cililitan, Yulia Sari mengatakan bahwa tidak sedikit rintangan dan hambatan yang ia jalanin bersama rekan-rekan kader lainnya dilapangan salah satunya seperti penolakan dari peserta dikarenakan Kader JKN pada awalnya dianggap seperti lintah darat. Kejadian tersebut tidak diambil pusing oleh Yulia dan kader yang lain sehingga membuat surut semangatnya namun hal tersebut malah menjadi tambahan semangat untuk tetap terus memberikan informasi kepada peserta JKN bahwa sesungguhnya Program JKN ini merupakan program yang sangatlah baik dan juga memiliki banyak manfaat. Apalagi menurutnya Program JKN ini merupakan sistem subsidi silang dengan peserta yang sehat rutin bayar iuran maka membantu peserta yang sedang sakit.
“Saya mewakili para Kader JKN yang ada di wilayah Kota Jakarta Timur akan terus mendukung sinergi serta kolaborasi antara kami para kader dan juga BPJS Kesehatan dalam kelancaran berjalannya Program JKN. Saat ini bagi peserta mandiri yang menunggak, BPJS Kesehatan telah meluncurkan Program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) sehingga dapat membayar dengan cara mencicil. Dengan adanya Program REHAB, peserta diberi kesempatan untuk dapat segera mengaktifkan kepesertaannya bagi peserta mandiri. Untuk pengajuannya sendiri, peserta dapat mengaksesnya melalui Aplikasi Mobile JKN,” tegas Yulia.
Novie















